Virus Korona China Mungkin Menular Antar-Manusia

iklan halaman depan

Virus Korona China Mungkin Menular Antar-Manusia

Kamis, 16 Januari 2020


 
(virus korona)
Jakarta, fajarsumbar.com - Virus baru dari keluarga yang sama dengan patogen SARS yang mematikan dapat menyebar di antara anggota keluarga. Hal ini diungkapkan oleh pihak berwenang China sekaligus mematahkan anggapan sebelumnya bahwa penyakit ini tidak akan menyebar antar-manusia.

Wabah itu, yang telah menewaskan satu orang, telah menimbulkan kekhawatiran karena kaitannya dengan SARS (Sindrom Pernafasan Akut Mendadak), yang menewaskan 349 orang di Cina daratan dan 299 lainnya di Hong Kong pada 2002-2003.

Salah satu dari 41 pasien yang dilaporkan di kota itu mungkin telah terinfeksi oleh suaminya, komisi kesehatan Wuhan mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu.

Pada konferensi pers pada hari Rabu setelah perjalanan pencarian fakta ke Wuhan, pejabat kesehatan Hong Kong juga mengatakan bahwa kemungkinan penularan dari manusia ke manusia tidak dapat dikesampingkan meskipun tidak ada "bukti pasti". Sejauh ini belum ada bukti penularan virus dari manusia ke manusia di balik wabah Wuhan, tetapi komisi kesehatan mengatakan kemungkinan "tidak dapat dikecualikan."
Komisi kesehatan mengatakan bahwa seorang pria yang bekerja di pusat wabah yaitu pasar ikan Wuhan sudah didiagnosis terkena penyakit tersebut. Namun istrinya juga didiagnosis dengan penyakit tersebut meskipun dia melaporkan tak pernah ke pasar tersebut.

Dr Chuang Shuk-kwan, dari Pusat Perlindungan Kesehatan Hong Kong, mengatakan ada dua kasus kelompok keluarga di antara kasus-kasus yang tercatat di Wuhan, termasuk suami dan istri dan antara ayah, putra, dan keponakan yang tinggal bersama.

Namun, ia mengatakan dokter percaya ketiga pria itu kemungkinan besar terpapar virus yang sama di pasar.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS mengeluarkan peringatan "Awas" Level 1 untuk pelancong ke Wuhan setelah pasien didiagnosis di Thailand, mengatakan mereka harus melakukan tindakan pencegahan normal dan menghindari kontak dengan hewan dan orang sakit sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.

Komisi kesehatan Wuhan mengatakan pada hari Rabu bahwa sebagian besar pasien yang didiagnosis dengan virus adalah laki-laki, dan banyak yang berusia setengah baya atau lanjut usia. (*)