Warga Tangsi Gunung Geluti Budidayakan Bonsai Kelapa

iklan halaman depan

Warga Tangsi Gunung Geluti Budidayakan Bonsai Kelapa

Rabu, 15 Januari 2020
Susanto Friyatno (Mamat) dan Hardianto (Ateng) ditempat Pembudidayaan Bonsai Kelapa.

Sawahlunto, fajarsumbar.com - Bonsai merupakan tanaman hias yang selalu menarik untuk dijadikan pilihan tanaman penghias rumah. Salah satu pilihan bonsai yang tengah menjadi tren dan digandrungi masyarakat karena keindahan dan keunikannya adalah bonsai kelapa.

Bonsai kelapa mulai dijadikan hobi dan ladang bisnis yang menguntungkan oleh kakak beradik Hardianto yang biasa disapa Ateng dan Susanto Friyatno (Mamat) warga Tangsi Gunung, RT 01, RW 01, Kelurahan Durian I, Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto.

Kurang lebih 3 bulan ini mereka menggeluti pembudidayaan Bonsai Kepala (Bongkla). Bermula belajar dari YouTube dan sempat gagal diawal proses pengkerdilan Bonsai Kelapa, ia mengaku ada kepuasan batin dalam proses pengkerdilan Bonsai Kelapa tersebut.

Koleksi pembudidayaan Bonsai Kepala

Menurut Ateng, bonsai kelapa tidak seperti bonsai-bonsai pada umumnya, selain keunikan yang dimiliki karena pohon kelapa yang hakikatnya tinggi menjulang dapat dikerdilkan menjadi bonsai, namun juga bonsai kelapa memiliki tantangan tersendiri dalam pembudidayaannya.

"Untuk membuat kelapa menjadi bonsai memiliki kesulitannya sendiri, ada teknik-teknik khusus yang harus diterapkan agar bonsai kelapa bisa tumbuh. Bahkan tidak semua pembudidaya tanaman dapat berhasil membuat bonsai kelapa," ujar Ateng kepada fajarsumbar.com, Rabu (15/1/2020).

Kategori untuk dinyatakan berhasilnya suatu bonsai kelapa tumbuh adalah bila bonsai yang dibudidayakan tersebut mirip seperti pohon kelapa di alam aslinya, namun dalam bentuk kerdil di dalam pot bunga.

Menurut penjelasan Ateng hampir semua jenis kelapa dapat dijadikan bonsai, namun jenis kelapa yang tengah diminati oleh pecinta bonsai kelapa adalah jenis kelapa gading orange. Karakteristik dari bonsai kelapa gading orange adalah pelepah dan daunnya yang berwarna orange sehingga lebih terlihat berwarna.

Proses pengkerdilan

Hingga saat ini peminat bonsai kelapa telah banyak dan tersebar di Indonesia. Untuk harganya sendiri, menurut Ateng sebuah seni seperti bonsai kelapa ini tidak dapat ditolak-ukur dengan harga.

Namun menurutnya standar jual untuk bonsai kelapa sendiri ialah berkisar ratusan ribu hingga puluhan juta.

Ia berpesan untuk menjaga bonsai kelapa agar tetap baik kualitasnya adalah dengan teratur menjaga kelembapan bonsai dan rutin memberi nutrisi tambahan seperti pupuk cair organik. Lalu agar daun tetap berwarna mengkilap sebaiknya dibersihkan menggunakan sikat gigi. (ton)