Ancaman Bencana Mengintai, Bukittinggi Tingkatkan Kewaspaan

STIE-AKBP-30 JUNI

iklan halaman depan



Ancaman Bencana Mengintai, Bukittinggi Tingkatkan Kewaspaan

Sabtu, 15 Februari 2020
Kapolres Bukittinggi AKBP Imam Pribadi Santoso SIK.MH memberi keterangan pada wartawan.

Bukittinggi, fajarsumbar.com - Polres Bukittinggi memimpin apel gelar pasukan kesiapan ke wilayahan dalam penanggulangan bencana alam di Lapangan Kantin, Bukittinggi, Sabtu (15/2).

Kapolres Bukittinggi AKBP Imam Pribadi Santoso SIK.MH, di hadapan Wakil Walikota Irwandi SH , Forkopinda, PMI, Tagana, Kapolsek, SOPD di lingkungan Pemko, menjelaskan berdasarkan info dari BMKG dan Pusat Vulkanologi, Mitigasi Bencana Kementerian Energi Sumber Daya Mineral menyatakan bahwa, di Sumbar berpotensi terjadinya bencana banjir, banjir bandang, tanah longsor, gempa, tsunami, angin puting beliung, abrasi pantai dan kebakaran hutan.

Teleconference Mabes Polri tentang kesiapan siaga bencana daerah, mengsiagakan posko-posko pemantauan secara cermat terhadap informasi cuaca peringatan dini dari BMKG, BNPB, pusat vulkanologi dan mitigasi bencana.

Polres Bukittinggi wilayah kerjanya mencakup Agam bahwa bahagian timur, penanganannya berbeda-beda antara Bukittinggi dan Agam.

Untuk daerah Agam peristiwa seringnya terjadi tanah longsor kejalan, mengakibatkan terputusnya jalan jalur antar provpinsi. Hal ini sering terjadi di daerah Kecamatan Palupuah, jalan dari Bukittinggi menuju Medan Sumatera Utara.

Sekarang terjadi jalan terban di Kelok Cindua Kelurahan, Kayu Kubu Kecamatan Giguak Panjang Bukittinggi. Jalan tersebut sebagaii jalan alternatif bagi pengguna jalan dari Bukittinggi menuju Padang via Malalak , Bukittinggi menuju Maninjau atau Pelembayan via Nagari Panta, saat ini sedang diusahakan perbaikannya
oleh Dinas Pekerjaan Umum Bukittinggi.

Kalau cuaca hujan terus seperti informasi BMKG, Bukittinggi penuh genangan air, sepertinya drenase tidak sanggup menampung besarnya debit air yang datang dari Jambu Air, Agam maupun Kubang Putih dan biasanya beberapa kelurahan sudah menjadi langganan terendam banjir.

Dalam kesempatan ini Kapolres mengimbau untuk mengantisipasi kemungkinan yang diprediksi bencana. "Kita bersama pihak terkait berserta masyarakat baik yang di Bukittinggi maupun Agam mari waspada saling berbagi informasi dalam mengantisipasi daerah yang berpotensi terjadinya bencana di daerah rawan bencana," kata Kapolres sekaligus melakukan pemeriksa pasukan dan relawan. (gus)