Dharmasraya Kembali Dilanda Banjir -->

IKLAN-TANAH

iklan halaman depan

Dharmasraya Kembali Dilanda Banjir

Jumat, 14 Februari 2020
Ketua DPRD Dharmasraya Pariyanto turun langsung kelapangan melihat kondisi warga terkena banjir.

Dharmasraya, fajarsumbar.com - Banjir kembali landa beberapa wilayah di Kabupaten Dharmasraya, kali ini melanda Jorong Marga Makmur, Kenagarian Taratak Tinggi, Kecamatan Timpeh. Air naik kepemukiman warga sekira setinggi 5-10 cm, sejak pagi Jumat (14/2/20).

Hal ini diakibatkan hujan tidak kunjung reda, sejak Kamis malam hingga Jumat siang. Akibatnya, curahan air hujan tersebut, tidak tertampung oleh sungai, sehingga akhirnya naik ke pemukiman warga setempat. 

Atas kejadian itu, dikabarkan tidak ada korban jiwa, namun kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, akibat sawah masyarakat dipastikan gagal panen untuk saat ini. 

Atas kejadian itu, Ketua DPRD Dharmasraya Pariyanto. SH, langsung terjun kelapangan, untuk memberi bantuan. Selain itu, ia juga turut serta melakukan evakuasi warga ketempat lebih tinggi. Terutama bagi anak-anak, dan para orang tua. 

"Sebagai Wakil rakyat, tentu harus selalu berada di tengah masyarakat, baik dalam kondisi suka, maupun duka. Karna ini sudah merupakan pilihan kita sendir, untuk menjadi wakil rakyat itu sendiri,' sebut Ketua DPRD Dharmasraya Pariyanto. SH, diselal-sela kondisi banjir. 

Ia juga menyampaikan, keberadaan institusi lembaga pemerintahan, tentu sangat dibutuhkan warga ketika, mereka sedang dalam kondisi seperti sekarang. Makanya, kita sudah menghadirkan negara di tengah-tengah masyarakat, ketika mereka membutuhkan. 

Pariyanto, juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Dharmasraya, terutama warga yang bermukim disepanjang daerah aliran sungai (DAS) agar selalu mawas diri serta waspada terhadap anak kecil. Karena kondisi alam saat ini sangat ekstrim, maka perlu ditingkatkan kewaspadaan.

Sampai berita ini diturunkan, Ketua DPRD Dharmasraya, masih berada di tengah masyarakat Jorong Marga Makmur, Kenagarian Taratak Tinggi, Kecamatan Timpeh, untuk membantu evakuasi masyatakat, agar tidak ada korban jiwa. (fani)