Hari Gizi Nasional ke-60 Kota Sawahlunto, Gizi Optimal untuk Generasi Milenial -->

IKLAN-TANAH

iklan halaman depan

Hari Gizi Nasional ke-60 Kota Sawahlunto, Gizi Optimal untuk Generasi Milenial

Rabu, 12 Februari 2020
Kegiatan Hari Gizi Nasional ke-60 tingkat Kota Sawahlunto

Sawahlunto, fajarsumbar.com - Indonesia saat ini mempunyai masalah Triple Burden, yaitu Stunting (pendek), Wasting (kurus), Obesitas dan kekurangan zat gizi mikro seperti Anemia. Terdapat 3 diantara 10 balita Stunting, 1 diantara 10 balita Wasting, 1 diantara 10 balita Obesitas dan 1 diantara 2 ibu hamil Anemia serta 3 diantara 10 remaja Anemia (Riskesdas 2013 - 2018). 

Di Kota Sawahlunto tahun 2019 balita Stunting sebanyak 522 orang (11,1%), Wasting (kurus) sebanyak 216 orang (4,6%), Obesitas pada balita sebanyak 169 orang (3,6%) dari 4.706 balita. Anemia pada remaja putri pada tahun 2019 sebesar 45,6%. Ibu hamil Anemia pada K1 sebesar dan ibu hamil anemia pada K4 sebesar 5,5%.

Dalam rangka peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) ke-60 tingkat Kota Sawahlunto tahun 2020, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Sawahlunto Yasril mengatakan bahwa arah pembangunan kesehatan saat ini dititik beratkan pada upaya promotif preventif yang dinilai dapat memberikan dampak kesehatan yang lebih luas dan lebih efisien dari sisi ekonomi.

"Pengembangan sumberdaya manusia dalam pembangunan kesehatan yang berkelanjutan mutlak diperlukan, yang salah satu komponen utamanya adalah melalui perbaikan gizi masyarakat khususnya pada remaja. Permasalahan kesehatan dan gizi pada remaja akan mempengaruhi kualitas hidup saat usia produktif dan akan berdampak pada kualitas sumber daya generasi penerus bangsa", ucapnya, Rabu (12/2/2020).

Kata Kadis, Indonesia membutuhkan remaja yang produktif, kreatif, serta kritis demi kemajuan bangsa itu sendiri. Remaja dapat mencapai produktivitas dan kreativitas yang maksimal serta mempunyai pemikiran yang kritis, apabila mereka sehat. 

"Remaja sehat bukan hanya dilihat dari fisik, tetapi juga kognitif, psikologis, dan sosial. Perkembangan saat remaja, sangat menentukan kualitas seseorang untuk menjadi individu dewasa", imbuhnya di Gedung Pusat Kebudayaan (GPK).

Persoalan remaja tidak dapat diselesaikan oleh bidang kesehatan saja, namun perlu dukungan dan kontribusi lintas program, lintas sektor, profesi dan semua mitra pembangunan. 

Peringatan HGN tahun 2020 merupakan momentum penting dalam menggalang kepedulian dan meningkatkan komitmen dari berbagai pihak untuk bersama membangun gizi menuju bangsa sehat berprestasi antara lain melalui edukasi gizi seimbang dan suplementasi tablet tambah darah pada ibu hamil dan remaja putri. 

Hal ini, kata Yasril, dapat mendorong percepatan pencapaian RPJMN tahun 2024 bidang kesehatan yaitu percepatan penurunan Stunting dan Wasting. 

Melalui momentum HGN ke-60 tahun 2020 ini diharapkan para pemangku kepentingan termasuk masyarakat dan unsur pemerintah memiliki komitmen yang tinggi untuk ikut berperan serta bekerjasama dalam meningkatkan perbaikan gizi dan derajat kesehatan melalui tema “Gizi Optimal untuk Generasi Milenial”.

Ia menjelaskan, pencegahan stunting dilakukan melalui intervensi gizi yang terpadu, mencakup intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif. Intervensi gizi spesifik antara lain : Pertama, Menyasar penyebab Stunting yang meliputi, kecukupan asupan makanan dan gizi.

Kedua, pemberian makan, perawatan dan pola asuh. Ketiga, pengobatan infeksi/penyakit. Intervensi gizi spesifik dilaksanakan oleh sektor kesehatan dan hanya memberikan kontribusi sebesar 30% dan bersifat jangka pendek.

"Sedangkan intervensi gizi sensitif mencakup : 1. Menyediakan akses air bersih dan sanitasi. 2. Fortifikasi bahan pangan pendidikan pengasuhan pada orangtua. 3. Pendidikan anak usia dini. 4. Menyediakan bantuan dan jaminan sosial bagi keluarga miskin. 5. Meningkatkan ketahanan pangan dan gizi. Intervensi sensitif memberikan kontribusi sebesar 70% dan dilakukan melalui berbagai kegiatan diluar sektor kesehatan", urainya menjelaskan.

Adapun upaya yang telah dilakukan dalam penanggulangan Stunting di Kota Sawahlunto adalah: 

1. Pemberian PMT-P pada balita kurang gizi dan ibu hamil Anemia/Kek.
2. Konsultasi balita gizi buruk ke dokter spesialis anak.
3. Melakukan monitoring secara berkala bagi balita dan ibu hamil mendapat PMT-P.
4. Melakukan sosialisasi gizi seimbang dan pemberian makanan pada bayi dan anak.
5. Melakukan kelas ibu hamil dan kelas ibu balita di posyandu.
6. Melakukan sosialisasi pemberian asi eksklusif dan pembentukan kelompok pendukung asi di tingkat desa/kelurahan.
7. Pembentukan pos gizi.
8. Pemberian tablet tambah darah bagi ibu hamil dan remaja putri.
9. Pelayanan Antenatal Care (ANC) pada ibu hamil.

Rangkaian kegiatan dalam rangka peringatan Hari Gizi Nasional ke-60 tingkat kota Sawahlunto tahun 2020:
1. Seminar gizi dengan narasumber Prof.Dr.dr.Masrul,M.Sc,Sp,GK.
2. Pemeriksaan kesehatan dan konseling gizi.
3. Lomba masak berbahan dasar ikan dengan peserta guru TK dan Paud se-kota Sawahlunto.
4. Lomba poster TK, SLTA se-Kota Sawahlunto.
5. Bazar buah dan sayur serta pameran hasil olahan produk pangan.
6. Talk show di radio dengan tema gizi remaja. (ton)