Ilmuwan Ungkap Virus Misterius di Brazil

iklan halaman depan

Ilmuwan Ungkap Virus Misterius di Brazil

Jumat, 14 Februari 2020

 
(ilustrasi)
Jakarta, fajarsumbar.com - Di tengah ketakutan soal virus corona dari China, sejumlah ilmuwan yang terdiri dari Universitas Aix Marseille Prancis dan Universitas Federal Minas Gerais Brazil menemukan virus misterius di Brazil dengan gen yang belum pernah terlihat sebelumnya.
Mereka menamai virus itu dengan Yaravirus yang diambil dari nama mitologis Dewi Air Brazil. Sebab, virus ini ditemukan di Danau Paumpulha, Kota Belo Horizonte.

"Sebagian besar virus amuba yang teridentifikasi telah terlihat berbagi banyak material. Virus ini membawa sejumlah penting gen yang sebelumnya belum ditentukan," tulis penulis karya ilmiah BioRxiv.

Mereka juga belum bisa memastikan dengan jelas kapan virus yara terbentuk dan di mana virus ini berevolusi.

"Penting untuk mengisolasi virus baru yang mirip dengan Yaravirus untuk meningkatkan analisis kami dan mencoba untuk menentukan asal-usulnya," tutur Profesor di Universitas Federal Brazil, Jonatas Abrahao.
Berdasarkan karya ilmiah BioRxiv, virus yara hanya memiliki ukuran 80 nanometer atau sekitar 0,1 persen ketebalan rambut manusia. Virus ini memiliki kemampuan untuk menginfeksi amuba lain.
Kendati demikian, ilmuwan belum bisa mengeluarkan hipotesis apakah virus yara berhaya bagi manusia atau tidak.

Penemuan virus yara di Brazil berbarengan dengan wabah virus corona (COVID-19) dari Wuhan, China. Saat ini jumlah orang yang meninggal akibat terinfeksi virus corona di seluruh dunia melonjak menjadi 1.357 orang.
Pemerintah daerah Hubei mencatat ada 14.480 orang lagi yang terjangkit virus corona. Hal itu menyebabkan jumlah penduduk Negeri Tirai Bambu yang mengidap virus tersebut mencapai 48.206 orang.
Sementara itu jumlah penduduk di seluruh dunia yang terjangkit virus corona pada hari ini berjumlah 60.015 orang. Sumber penyebaran virus corona diperkirakan berasal dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei.

Pemerintah Indonesia sendiri telah menyiapkan skenario jika virus corona masuk ke Tanah Air. Salah satunya menempatkan orang terinfeksi ke satu rumah sakit dengan alat dan penanganan khusus sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.

"Kan tidak mungkin disebar kemana-mana alat (khusus) itu. Proses deteksi cukup rumit. Jadi, satu rumah sakit," ujar Staf Ahli Kementerian Koordinator Perekonomian Raden Edi Prio Pambudi, Kamis (13/2/2020). (*)