KBRI: 47 Orang Positif Corona di Singapura -->

IKLAN-TANAH

iklan halaman depan

KBRI: 47 Orang Positif Corona di Singapura

Kamis, 13 Februari 2020

 
(republika.co.id)

Jakarta, fajarsumbar.com - Duta Besar Indonesia untuk Singapura, I Gede Ngurah Swajaya, mengatakan, data orang yang positif terjangkit virus corona atau Covid-19 di Negeri Singa hingga Rabu (12/2/2020) siang berjumlah 47 orang. Dari 47 orang yang positif terjangkit virus corona itu, sembilan diantaranya dinyatakan sembuh, sementara tujuh orang dirawat dalam ICU, dan sisanya dalam kondisi stabil.
"KBRI setiap kali secara reguler mengeluarkan rilis situasi terakhir. Kasus terakhir virue corona di Singapura, sampai kemarin tanggal 11, pukul 12.00 bertambah dua kasus Covid lagi, total sampai sekarang 47 orang," kata Swajaya dalam konferensi video dengan Pusat Informasi Terpadu Penanganan Covid-19, dibawah naungan Kantor Staf Presiden, Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Ia menyampaikan secara reguler Kementerian Kesehatan Singapura memberikan informasi secara detail dan transparan terkait penanganan virus corona.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Singapura, terdapat sedikitnya 1.124 orang yang melakukan kontak atau interaksi dengan 47 orang yang positif terjangkit corona. Dari 1.124 orang itu, 989 di antaranya dikarantina tidak boleh keluar dan terus disuplai makanan.

Swajayajuga telah menerima penjelasan dari Kementerian Luar Negeri Singapura terkait status oranye wabah corona di Singapura.

Ia menyampaikan bahwa dua hari lalu, ketika status oranye ditetapkan, masyarakat Singapura sempat berbondong-bondong berbelanja kebutuhan pokok ke supermarket-supermarket, sehingga Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong, harus memberikan penjelasan umum mengenai apa yang dihadapi dan mampu menenangkan masyarakat agar tak khawatir.

"Sekarang tak ada lagi rush," ujar dia sebagaimana dikutip pada republika.co.id.

Ia mengatakan yang dapat dipelajari dari pengalaman negara kota Singapura menangani virus corona adalah beberapa kebijakan yakni menerapkan transparansi secara berkala kepada masyarakat, serta selalu berhubungan dan bekerja sama dengan pengambil kebijakan terkait kesehatan di berbagai negara. (*)