Kisah Seorang Jurnalis di Daerah 'Terpencil' Berselfie dengan Presiden

STIE-AKBP-30 JUNI

iklan halaman depan



Kisah Seorang Jurnalis di Daerah 'Terpencil' Berselfie dengan Presiden

Selasa, 11 Februari 2020
Hendrivon berswkfie dengan Presiden Joko Widoso.

Solsel, fajarsumbar.com - Pengawalan ekstra ketat dan berlapis saat kunjungan kepala Negara pada sebuah acara, hal itu dilakukan oleh pasukan Paspampres sesuai protap dari protokoler Istana, dengan tujuan mengamankan seorang kepala Negara dari berbagai ancaman.

Apalagi seorang kepala Negara RI seperti  Presiden Joko Widodo sering diserbu fansnya untuk bersalaman dan berselfi usai acara.

Fansnya rela berdesak desakan, berpanas panas, bahkan terinjak kaki satu sama lain, yang penting bisa bersalaman dengan orang nomor satu di Indonesia Joko Widodo.

Ini pengalaman seorang jurnalis yang berasal dari daerah terpencil Solok Selatan Sumatera Barat, Hendrivon wartawan senior Harian Umum Singgalang saat mengikuti Hari Pers Nasional ke-74 di Banjar Baru Kota Banjarmasin 7-9 Februari 2020, bersama rombongan PWI Sumatera Barat.
Begini kisahnya.

Acara puncak HPN pada hari Sabtu 8/2 itu langsung dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo, saya bisa masuk ke areal ring satu lantaran saya juga mendapat undangan resmi dari Istana,makanya Saya bisa duduk dipanggung kehormatan bersama asisten III Solok Selatan Amdani.

Walaupun aaya dapat undangan resmi, namun untuk mengambil momen dan foto foto kegiatan Presiden tidak segampang mengabadikan kegiatan Bupati,Wali Kota.Saya dan kawan kawan lainya tidak boleh mengambil gambar saat presiden berpidato bergerak kesana kesini,harus ditempat semula dengan pengawalan ekstra ketat juga.

Saat itu Saya lihat banyak juga wartawan yang nakal,setiap sebentar lari sana sini mengambil moment saat Presiden berpidato, sering juga ditegur bahkan diusir oleh pasukan Paspampres,ada yang memperlihatkan identitas namun tak dikasih peluang.

Pikiran Saya saat itu, bagaimana bisa bersalaman dengan Bapak Presiden Joko Widodo,usai acara orang orang pada berlarian menelusuri jalan keluar Presiden,berdesak desakan,paspampres sudah membikin pagar betis sedikit terjadi juga saling adu sikut dorong dorongan membuat pasukan pengaman Presiden itu sedikit agak marah.

Dalam kerumunan ditengah terik matahari ada juga yang mengalah tidak tahan menunggu,namun Saya nekad Saya dari daerah jauh pelosok Negeri ingin bertemu Presiden RI sekurang kurangnya bersalaman.

Kamera Android ini selalu diotak atik supaya jangan mati,tubuh Saya yang kecil terdesak desak terus,terhempas kesana sini oleh desakan kawan,kaki tidak boleh lewat tikar merah, kaki ini sering diinjak oleh Paspampres suruh mundur,sementara Pak Jokowi sudah semakin dekat kearah saya.

Dapat peluang,Saya sapa beliau "Bapak Jokowi "lalu beliau tatap mata saya,Saya langsung beraksi memberikan Hendpone kepada beliau.

Pak Jokowi langsung menunjuk Saya dan menyuruh Saya dekat beliau,Paspampres itupun langsung menyuruh rekanya untuk melepaskan ikatan tangan pagar pengaman dan langsung beliau selfi dengan Hendpone Saya sebanyak tiga kali.

Sebelum berselfie ria saya diingatkan oleh pasukan Paspampres yang mengawal dibelakang beliau, jangan pegang pegang Bapak Presiden ya sembari memegang tangan Saya dibelakang.

Makasih ya Pak Jokowi sahut Saya dengan senang hati dikerumuman ribuan orang yang menghadiri HPN Banjarmasin.

Sementara Ass III Amdani yang mewakili Bupati Solok Selatan itu, sudah tidak saya hiraukan lagi,yang penting Saya nekat bertemu Presiden.

"Saya tau Hendrivon itu gigih dan harus berhasil apa yang Dia inginkan nalurinya begitu" Ucap Amdani. (hendrivon)