Mantan Wartawan Singgalang Meninggal karena Kecelakaan

STIE-AKBP-30 JUNI

iklan halaman depan



Mantan Wartawan Singgalang Meninggal karena Kecelakaan

Selasa, 11 Februari 2020
Jenazah Awkar dibawa ke rumah duka di kawasan Limau Manih, Padang, tadi malam. (ist)

Padang, fajarsumbar.com - Mantan wartawan Harian Singgalang, Awaluddin Kahar (57) meninggal du nia dalam kecelakaan lalu lintas di Jalan By Pass kilometer  15, Bundaran Simpang Maransi, Aia Pacah, Koto Tangah, Padang, Senin (10/2) sekitar pukul 17.00 WIB. 

Pria yang saat ini bertugas di Baznas Kota Padang itu sempat dibawa ke Rumah Sakit Siti Rahmah Aia Pacah, tetapi tim dokter menyatakan pria asal Simeulue, Aceh itu telah menghembuskan nafas terakhir.

Informasi yang dihimpun, sebelum kejadian Awkar, panggilan akrabnya melaju dari arah Balaikota Padang hendak pulang ke rumahnya di Limau Manih dengan menggunakan sepeda motor. Saat melaju di Bundaran Maransi motor BA 5274 WZ yang dikendarainya diduga hilang kendali korban terjatuh dari motornya.

Hanya saja di saat bersamaan melaju minibus BH 1458 UV yang kemudian menabrak Awkar. Tubuh korban sempat nyungsep ke kolong minibus yang disebut mobil travel itu. Warga sekitar yang melihat kejadian itu berlarian ke lokasi kejadian untuk menolong korban. Awkar kemudian dievakuasi dari kolong mobil dan dilarikan ke RS Siti Rahmah. 

Tetapi nyawanya kemudian tak tertolong akibat cidera parah di bagian kepala. Ia meninggal sekitar pukul 17.05 WIB. Jenazah dibawa ke rumah duka di kawasan Limau Manih, Padang. Rencananya pagi ini diberangkatkan ke Lintau, Kabupaten Tanah Datar untuk dimakamkan di pandan kuburan keluar ga sang istrinya.

Kepala Satuan Lantas Polresta Padang Kompol Asril Prasetya yang dihubungi mengatakan, pihaknya tengah menyelidiki penyebab kecelakaan maut itu. Kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan telah diamankan sebagai barang bukti.

Kanit Laka Lantas Iptu Efriadi menambahkan, pihaknya telah melakukan olah TKP untuk memastikan penyebab kecelakaan. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan.

Sementara pengemudi minibus, Mutamin (37), warga Tebing Tinggi, Muaro Bungo, Jambi tengah diperiksa di Unit Laka Lantas Polresta Padang.

Wartawan santun dan rendah hati
Awkar lama bekerja sebagai wartawan di Harian Singgalang. Setelah itu ia mendedikasikan diri sebagai pejuang kemanusiaan di Baznas Padang.

Semasa hidupnya, putra Simeulue, Aceh itu dikenal baik. Ia tidak banyak bicara, dan serius dalam kerja. “Saya sama-sama memulai karir di Harian Singgalang. Selama bekerja, Awkar senantiasa serius dengan tugas yang diberikan. 

Sebelum kelar di lapangan, ia belum akan balik ke kantor. Bahkan, sampai di kantor pun langsung ambil komputer dan mengetik hasil liputan,” kata Wakil Pemimpin Redaksi Harian Singgalang, Sawir Pribadi mengenang sahabatnya itu.

Selain baik, Awkar dikenal santun. Ia jarang sekali menyebut nama kepada rekan kerjanya. “Sejak awal kenal sampai akhir hayatnya, beliau panggil saya dengan sebutan ‘sanak’, walau sekarang saya tahu usianya di atas saya,” sambung Sawir.

Hal yang sama juga disampaikan sejumlah rekannya semasa jadi wartawan Singgalang, seperti Gusfen Khairul, Marjeni Rokcalva, Darmansyah dan lainnya. “Ia sahabat yang baik dan rendah hati,” ujar Gusfen mengenang masa-masa bersama Awkar di Singgalang. (arief)