Menkeu Kaji Subsidi Penerbangan Lokal di Tengah Wabah Corona

STIE-AKBP-30 JUNI

iklan halaman depan



Menkeu Kaji Subsidi Penerbangan Lokal di Tengah Wabah Corona

Selasa, 11 Februari 2020

 
(Menteri Keuangan Sri Mulyani)
Jakarta, fajarsumbar.com - Pemerintah bakal memberikan subsidi untuk pelaku usaha sektor pariwisata demi menekan kerugian di tengah merebaknya wabah Virus Corona. Sektor pariwisata ini khususnya penerbangan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan insentif akan diberikan untuk menggenjot penumpang domestik. Ini untuk menangkal menurunnya turis asal China karena Virus Corona.

"Apakah bisa dikaji insentif atau subsidi kepada penerbangan terutama turis lokal untuk penerbangan domestik. Ini dalam rangka meningkatkan belanja dari masyarakat untuk menopang sektor pariwisata," ungkap Sri Mulyani di Kompleks Istana Kepresidenan, Bogor, Selasa (11/2/2020).
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan pemerintah masih mengkaji konsep insentif yang akan diberikan. Ia bilang insentif yang diberikan bukan berbentuk pajak atau avtur.
"Jadi konsepnya mau yang langsung (direct), sehingga mendorong masyarakat untuk membeli tiket pesawat," ucap Budi.

Insentif ini, sambung dia, akan diberikan untuk rute-rute yang terkena dampak Virus Corona saja. Artinya, rute yang seringkali dikunjungi oleh turis asal China, seperti Bali, Bintan, dan Sulawesi Utara.

"Contoh insentif langsung itu misalnya pemberian voucher. Ini contoh," jelas Budi.

Namun, ia enggan membeberkan apakah pemberian voucher menjadi salah satu insentif yang akan diberikan pemerintah. Hal ini masih digodok di Kementerian Keuangan.
"Ada harga khusus. Bentuknya insentifnya seperti apa saya belum tahu," jelas Budi.

Sebelumnya, pemerintah telah meminta maskapai untuk memberikan diskon khusus penerbangan ke Bali, Bintan, dan Sulawesi Utara usai larangan sementara dari dan ke China untuk mencegah penyebaran Virus Corona.

Staf Khusus Menteri Perhubungan Adita Irawati mengatakan besaran diskon penerbangan nantinya akan ditentukan oleh masing-masing maskapai. Ia menargetkan besaran diskon penerbangan bisa segera diterapkan.

"Ya kalau bisa dalam seminggu ke depan sudah bisa dikeluarkan diskonnya. Pihak maskapai yang lebih tahu (besarannya) karena akan dihitung lagi, kan ada dampak dari penutupan penerbangan dari dan ke China," kata Adita.

Adita mengatakan tiga wilayah itu menjadi pilihan karena memiliki pintu kedatangan internasional dengan jumlah wisatawan China terbesar sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.

Dengan pemberian diskon penerbangan, kata dia, pariwisata di tiga wilayah tersebut diharapkan tak merosot usai pemberlakuan larangan terbang dari dan ke China mulai Rabu (5/2/2020) lalu. (*)