Puluhan Pegawai RSUD Sawahlunto Seruduk Balaikota, Ini Penjelasan Sekda

iklan halaman depan

Puluhan Pegawai RSUD Sawahlunto Seruduk Balaikota, Ini Penjelasan Sekda

Jumat, 07 Februari 2020
Direktur RSUD Sawahlunto Ardianof diwawancarai wartawan. (anton/fajarsumbar.com)

Sawahlunto, fajarsumbar.com - Sekitar 60 orang pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Sawahlunto seruduk kantor Balaikota, Jumat (7/2/2020) sore.

Hal ini disebabkan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) berkurang sebanyak 20 persen, yang sebelumnya di tahun 2019 sebanyak 100 persen, sekarang menjadi 80 persen pada 2020.

Direktur RSUD Sawahlunto Ardianof saat di konfirmasi sejumlah awak media setelah ke luar dari ruangan walikota menyampaikan sudah membawa tim untuk menghadap walikota dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), keputusannya memang seperti yang di sampaikan terakhir 80 persen dan itu sudah melalui perhitungan yang matang.

"Kawan-kawan yang mewakili sudah mendengar sesuai dengan arahan dari bapak Sekda sebagai TAPD, itu sudah sesuai dengan regulasi yang ada dengan pertimbangan-pertimbangan yang dilakukan oleh tim," sebutnya.

Menurutnya, pertimbangan ini sudah ditimbang secara matang, sehingga itulah hasil terakhir yang diberikan untuk rumah sakit. 

Puluhan pegawai RSUD saat datangi Balaikota. (anton/fajarsumbar.com)

"Sekda berjanji akan menerangkan kembali tentang penghitungannya pada hari Senin nanti di RSUD pada kawan-kawan yang lain," ungkapnya kepada awak media.

Menanggapi hal itu, Walikota Deri Asta ketika dihubungi fajarsumbar.com melalui sambungan telepon mengatakan bahwa tadi adalah rapat yang telah direncanakan sebelumnya. 

"Yang tadi itu adalah rapat yang direncanakan. Terkait teknis, lebih baiknya Sekda yang menjelaskan," ucapnya.

Sekretaris Daerah Kota Sawahlunto Rovanly Abdams mengungkapkan, manajemen RSUD datang untuk menanyakan kejelasan tentang TPP, jadi dulu pihaknya sudah menyampaikan berulang kali tentang hitung-hitungannya.

"Nah, mungkin disampaikan oleh menajemen tadi kepada pegawai RSUD, tidak tersampaikan keseluruhannya bagaimana mekanismenya, sehingga ada yang yang tidak puas. Jadi itulah yang ditanyakan tadi," ujarnya melalui sambungan telepon.

Jadi, pihaknya sudah menjelaskan tata cara penghitungannya dan dasar surat segala macam, sehingga perwakilan pegawai RSUD yang mendatangi ruangan walikota akhirnya paham.

"Tadi sudah clear, jika ada yang belum paham tentu bisa kita jelaskan. Makanya tadi tolonglah jelaskan ke kawan-kawan yang lain. Apabila masih belum, nanti hari Senin (10/2/2020) saya jelaskan kembali ke RSUD. Sebenarnya ini hanya kesalahpahaman saja," pungkasnya. (ton)