Setelah Dilantik Jadi Ketua STIT-SB Pariaman, Hasan Basri Langsung 'Tancap Gas'

iklan halaman depan

Setelah Dilantik Jadi Ketua STIT-SB Pariaman, Hasan Basri Langsung 'Tancap Gas'

Senin, 10 Februari 2020
Ketua STIT-SB Pariaman, Hasan Basri saat diwawancarai diruang kerjanya.

Padang Pariaman, fajarsumbar - Setelah dilantik menjadi Ketua Pengganti Antar Waktu (PAW)  Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Syekh Burhanuddin (STIT-SB) Pariaman, Hasan Basri langsung melaksanakan tugas yang cukup berat terhadap program ke depannya.

Saat ditemui diruang kerjanya, Senin (10/02/2020) Hasan Basri kepada fajarsumbar.com mengatakan, tugas pertama sudah diselesaikan akreditasi PAI.

Selanjutnya tidak kalah penting yang mendesak adalah menyelesaikan akreditasi institusi karena saat ini adalah C maka harus dinaikkan minimal menjadi akreditasi B.

Selanjutnya menyelesaikan dan melaksanakan program akreditasi PIAUD untuk Reakreditasi karena di PIAUD saat ini baru akreditasi C, jadi harus ditingkatkan menimal B. 

Ia menyampaikan, di lembaga pendidikan di STIT-SB Pariaman bisa baik dan dikenal orang karena ada tiga hal yang harus diselesaikan, yaitu pertama akreditasi, kedua adalah kelengkapan sarana dan prasarana dan ketiga adalah dosen yang profesional. 

Kata Hasan Basri, saat ini dosen profesional yang sudah mempunyai S3 sebanyak 5 orang dan akan bakal menyelesaikannya gelar dokter itu ada 3 orang lagi. Pasalnya, diantara dosen S3 yang sudah mempunyai NIDN dan ada dosen yang NIP dan nomor induk pendidik sebanyak 3 orang. 

Ia menyampaikan, ke depan kampus  dirancang agar lebih berkualitas sesuai program sehingga bisa melaksanakan visi misi yang ada untuk melanjutkan fakta integritas yang dibuat oleh Yayasan. 

Selain itu, kata Hasan Basri, fasilitas labor komputer sudah ada, hanya saja tinggal lagi pengembangan dan penambahan terhadap tenaga yang profesional dan pengembangan alat komputernya yang masih kurang. Sehingga bisa memfasilitasi kebutuhan mahasiswa.

Ia menambahkan, ada kemungkinan ke depan pihaknya akan membuka Strata 2. Pasalnya, untuk saat ini di Kabupaten Padang Pariaman maupun Kota Pariaman belum ada. 

"Dengan adanya Strata 2, tentunya kampus kita akan lebih maju dan lebih diminati lagi. (heri)