Tito Bentuk Tim Pemulangan WNI di Natuna

iklan halaman depan

Tito Bentuk Tim Pemulangan WNI di Natuna

Kamis, 13 Februari 2020


(pemulangan warga negara Indonesia di Natuna)

Jakarta, fajarsumbar.com - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membentuk tim khusus untuk mempersiapkan kepulangan ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjalani karantina di Natuna, Kepulauan Riau ke daerah masing-masing.

Kata Tito, tim pemulangan dipimpin oleh Dirjen Otonomi Daerah Akmal Malik.

"Nanti mereka pulangnya ke daerah-daerah mana. Nanti pak Dirjen Otda udah punya tim," kata Tito di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (13/2/2020).
Lebih lanjut, Tito menyatakan tim itu nantinya bertugas untuk mengatur kepulangan seluruh WNI di Natuna ke daerahnya masing-masing. 

Tak hanya itu, lanjut Tito, tim itu akan menjalin komunikasi dengan kepala daerah dan tokoh masyarakat setempat yang menjadi destinasi kepulangan WNI tersebut.

"Supaya menerima mereka, karena mereka memang sehat begitu. Jadi dijamin ga ada corona virusnya," kata Tito.

Tito berharap nantinya para kepala daerah maupun tokoh masyarakat setempat tak menganggap seluruh WNI yang selesai menjalani observasi di Natuna sebagai orang yang 'bermasalah' secara kesehatan.

Sebab, kata dia, seluruh Tito menyatakan tim itu nantinya akan melakukan pendekatan kepada kepala daerah dan tokoh-tokoh lokal agar tak terjadi salah paham soal keadaan kesehatan seluruh WNI itu.

"Jadi ada upaya untuk pendekatan pada tokoh atau Pemda yang tempat mereka pulang nanti. Jangan sampai ada miskomunikasi," kata dia.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyatakan masa observasi WNI dan satu warga negara asing yang dievakuasi dari China di Pulau Natuna terkait Virus Corona akan rampung pada Sabtu (15/2/2020) ini.

285 orang orang Mereka terdiri dari 237 WNI, satu WNA, lima orang tim Kementerian Luar Negeri, 18 orang pegawai Batik Air, dan 24 tim penjemput sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.

Rencananya, WNI yang menjalani karantina itu akan transit di Jakarta sebelum dipulangkan ke daerah masing-masing. Berdasarkan informasi, sebanyak dari 285 orang, 65 orang akan dipulangkan ke Jawa Timur. (*)