Ketua Forum BUMDes Sumbar Dilaporkan Warga Kumbayau ke Polres Sawahlunto

iklan halaman depan

Ketua Forum BUMDes Sumbar Dilaporkan Warga Kumbayau ke Polres Sawahlunto

Selasa, 24 Maret 2020
Sejumlah warga melaporkan Ketua Forum BUMDes Sumatera Barat F. Ferdi Datuk Dinagari selaku Direktur BUMDes Kumbayau Maju Bersama, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, ke Polres Sawahlunto, Selasa (24/3/2020).

Sawahlunto, fajarsumbar.com - Ketua Forum BUMDes Sumatera Barat F. Ferdi Datuk Dinagari yang juga selaku Direktur BUMDes Kumbayau Maju Bersama (KMB), Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat dilaporkan warga Desa Kumbayau ke Polres Sawahlunto, Selasa (24/3/2020).

Dalam laporan warga Desa Kumbayau tersebut anak usaha BUMDes KMB salah satunya Bank Desa yang menyimpan uang nasabah warga Sawahlunto bahkan sampai ke daerah tetangga Kabupaten Tanah Datar dengan total sekitar Rp734 juta tidak dapat dipertanggungjawabkan oleh Direktur BUMDes KMB.

Manager Bank Desa Resma Yunita didampingi Ketua LPM Yanrizal, Ketua BPD Zulfitri (Cut), Ketua Karang Taruna Sahdi Herman dan seorang Nasabah warga Desa Kumbayau Hasan yang menyimpan uangnya senilai Rp3,5 juta melaporkan Direktur BUMDes KMB Ferdi atas dugaan manipulasi data laporan keuangan BUMDes serta ketidakkejelasan tabungan masyarakat yang tersimpan di Bank Desa tersebut.

Resma menjelaskan kalau keadaan keuangan BUMDES kosong melompong dan tidak bisa mengembalikan uang nasabah. "Jadi jangankan uang Penyertaan Modal Desa, uang tabungan dan investasi masyarakat saja kami tak sanggup mengembalikan karena uang itu tidak ada lagi. Entah kemana perginya," jelasnya.

"Yang jelas uang tersebut ada di Dirut BUMDes (Ferdi) bukan di BUMDes’’, ungkap Resma di Polres Sawahlunto kepada fajarsumbar.com.

Salah satu nasabah warga Desa Salak, Kecamatan Talawi Asrinawati mengatakan bahwa, ia menyimpan uang sebanyak Rp4,8 juta tidak dapat ditarik karena tidak ada uang di unit usaha tersebut.

"Saya tanyakan pada yang biasa kutip tabungan, katanya Direktur BUMDes kami kabur," akunya saat menirukan ucapannya kepada pengutip tabungan.

Tak puas atas jawaban tersebut, Asrinawati mendatangi kantor Bank Desa tersebut di Terminal Bus Talawi, namun kantor dalam keadaan tutup. Setelah itu ia mendatangi Kantor Desa Kumbayau untuk menanyakan kejelasan atas tabungannya yang disimpan di Bank Desa tersebut.

"Saat itu saya tanyakan ke sekretaris desa (Sekdes Kumbayau Salman Alfarizi), namun ia menjawab itu bukan urusan kami", imbuhnya kesal saat menceritakan kejadian tersebut.

Sementara itu Kepala Desa Kumbayau Ali Amran selaku komisaris mengatakan bahwa memang ada warganya yang melaporkan ke Polres Sawahlunto terkait pertanggungjawaban keuangan BUMDes KMB.

Ia mendukung kasus tersebut dilaporkan ke pihak berwajib, agar ada kejelasan siapa saja yang terlibat di dalamnya.

"Statusnya kan sudah dilaporkan. Tentunya kita proses siapa saja yang terkait disini", ujarnya kepada fajarsumbar.com.

Kapolres Sawahlunto AKBP Junaidi Nur melalui Kasat Reskrim Julkipli Ritonga membenarkan adanya laporan warga Desa Kumbayau ke Polres Sawahlunto terhadap Direktur BUMDes KMB Ferdi.

"Laporan ini akan kami pelajari dulu, terkait dokumen-dokumen BUMDes tentu akan kami periksa", imbuhnya menyampaikan.

Hingga berita ini diturunkan Direktur BUMDes KMB Ferdi tidak dapat dihubungi karena nomornya tak aktif saat di konfirmasi  (24/3/2020) pukul 13.18 WIB. (ton)