Semula Diduga Corona Ternyata Diare, Warga Sawahlunto Batal Dirujuk ke M Djamil

STIE-AKBP-30 JUNI

iklan halaman depan



Semula Diduga Corona Ternyata Diare, Warga Sawahlunto Batal Dirujuk ke M Djamil

Jumat, 20 Maret 2020
Petugas medis dengan peralatan lengkap menangani pasien yang semula diduga corona, rupanya diagnosa diare di Sawahlunto, Jumat (20/3/2020). (fajarsumbar.com/anton)

Sawahlunto, fajarsumbar.com - Semula diduga terjangkit Virus Corona, Satu orang warga Desa Tumpuk Tangah, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto yang rencananya dirujuk ke RSUP M Djamil Padang batal, ternyata pasien hanya mengalami diare.

Dikonfirmasi fajarsumbar.com melalui telepon, Walikota Sawahlunto Deri Asta mengatakan bahwa seorang warganya terindikasi demam sudah tiga hari belakangan. Jadi, pasien tersebut punya riwayat ke Malaysia.

"Karena daerah itu (Malaysia) ada yang mempunyai kasus Corona, makanya harus kita cek dan akan di rekomendasikan ke rumah sakit rujukan antara RSUP M Jamil Padang, Achmad Mochtar Bukittinggi atau RS Semen Padang", ujar Wako menyampaikan, Jumat (20/3/2020).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Sawahlunto Yasril menyebutkan, karena pasien tersebut dari Malaysia (wilayah terjangkit Virus Corona) dan ada gejala demam maka protapnya pasien tersebut baru diduga terjangkit Virus Corona.

"Cuma, rencananya memang akan dikirim ke M Jamil. Namun, M Jamil belum mau menerima karena harus selektif. Pasien harus di ronsen terlebih dahulu. Karena hasil ronsen tidak mendukung, pasien dirawat (isolasi) dulu di RSUD Sawahlunto", ungkapnya.

Setelah pasien di ronsen, hasilnya tidak mendukung untuk dirujuk ke M Jamil. Pasien tetap menjadi Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan dirawat secara intensif di RSUD Sawahlunto.

Dijelaskannya, orang yang rentan terkena penyakit adalah orang yang daya tahan tubuhnya menurun dan banyak kasus yang terkena penyakit Corona adalah orang yang sudah berumur diatas 50 tahun.

"Tapi yang jelas masyarakat jangan panik, itu hanya prosedur saja dan tetap jaga kebersihan serta jaga pola hidup sehat seperti sering cuci tangan, jaga jarak dan jangan lupa pakai masker ditempat umum", pesannya.

Dokter Spesialis Paru RSUD Sawahlunto Ardianof mengungkapkan bahwa batalnya pasien dirujuk karena hasil ronsen dan labornya tidak mendukung untuk saat kini diduga terjangkit Virus Corona.

"Hasil rosennya tidak ada masalah. Hasil labor Sel darah putihnya (leukosit) bukannya dibawah 5.000 tapi malah diatas 12.000. kemudian yang ada hanya demam, batuk dan mencret. Untuk sakit tenggorokan tidak ada, karena pasien ini masih berstatus ODP", ucapnya.

Cuma, lanjut ia, karena ada mencret untuk sehari atau dua hari ini pihaknya mengobservasi dulu di RSUD. Kalau tidak ada mencret lagi, kemungkinan pasien akan dipindahkan ke rumahnya.

"Protapnya kalau hasil ronsen tidak mendukung maka tidak ada indikasi rujuk. Untuk saat ini belum ada indikasi terjangkit Virus Corona, semoga saja tidak", harapnya kemudian.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kota Sawahlunto Dokter Al Ansari juga mengatakan bahwa pasien ini hanya mengalami mencret (diare) karena kebanyakan makan.

"Jadi karena pasien kebanyakan makan dan mencret makanya dia demam. Karena pasien pulang dari Malaysia dan dia demam makanya heboh tadi. Jadi pasien tidak ada kaitannya dengan Virus Corona", terangnya.(ton)