Soal COVID-19, 4 Orang Warga di Pasbar Masuk ODP

iklan halaman depan

Soal COVID-19, 4 Orang Warga di Pasbar Masuk ODP

Sabtu, 21 Maret 2020
Koordinator Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pasbar, Edi Busti dan Kabid Kedaruratn dan Logistik BPBD Pasbar, Decky H Sahputra. (Ist)

PASBAR, fajarsumbar.com - Sebanyak 4 orang warga di Pasaman Barat (Pasbar), Sumbar masuk dalam orang dalam pemantauan (ODP). Data tersebut dicatat hingga pukul 13.30 WIB, Sabtu (21/3/2020).

"Ada 4 orang warga yang masuk dalam ODP, mereka ini memiliki gejala, meski belum memenuhi standar tapi sudah dalam pemantauan," sebut Koordinator Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pasbar, Edi Busti kepada wartawan.

Ia mengatakan, para ODP ini sebelumnya kembali dari daerah yang sudah terpapar COVID-19 di luar negeri. Selain ODP tersebut, ada sebanyak 67 orang warga yang saat ini tercacat sebagai orang pelaku perjalanan.

"Para ODP, saat ini dilakukan karantina mandiri dan tiap hari dilakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi mereka," katanya.

Ia mengimbau, agar warga jangan berkumpul-kumpul yang melibatkan banyak orang dalam satu ruangan.

"Kita tidak melarang untuk berkumpul, tapi penuhi standar protokol yang ditetapkan oleh Kemenkes dan penuhi syarat-syaratnya," katanya.

Namun Edi berharap, jika ada rencana untuk mengumpulkan orang banyak, untuk segera dibatalkan.

"Kita tidak mengetahui siapa yang terkena wabah, karena gejala COVID-19 tidak langsung nampak dalam sehari namun beberapa hari kemudian," terangnya.

Selain itu ia mengatakan, pihaknya telah mendirikan posko pemeriksaan di perbatasan Pasaman Barat. Posko itu didirikan, untuk pemeriksaan kesehatan terhadap orang yang masuk ke wilayah Pasaman Barat.

"Kita hari ini telah mendirikan posko diperbatasan di Kecamatan Kinali, Kecamatan Talamau dan Kecamatan Ranah Batahan," ungkap Edi Busti.

(Nil)