Viral, Perwira Pukul Tiga Bintara di Mapolres Padang Pariaman, Satu Dirawat di Rumah Sakit

iklan halaman depan

Viral, Perwira Pukul Tiga Bintara di Mapolres Padang Pariaman, Satu Dirawat di Rumah Sakit

Kamis, 26 Maret 2020
ilustrasi

Padang, fajarsumbar.com - Heboh dan viral, seorang Perwira diduga kejadiannya di Mapolres Padang Pariaman memukul tiga personel kepolisian berpangkat Bintara menggunakan kopel (ikat pingggang). Tak tanggung-tanggung, satu di antaranya dilarikan dan dirawat di RSUD Padang Pariaman tak sadarkan diri.

Videonya viral, sehingga tak bisa terbantahkan atas kejadian yang sangat menghebohkan tersebut. Video pemukulan terhadap tiga personel kepolisian di Mapolres Padang Pariaman viral di media sosial sejak Rabu (25/3/2020) sore. 

Video dengan durasi 59 detik yang diunggah di laman facebook tersebut menuai banyak pro kontra dari warganet, terlebih aksi itu dilakukan oleh seorang perwira pertama berpangkat Ipda. 

Pemukulan yang dilakukan seorang perwira itu tidak manusiawi dan menggunakan kopel. Pemukulan itu sekuat tenaga dengan sasaran dari perut hingga kepala dengan berulang-ulang kali. Terlihat di video tersebut oknum periwira itu juga menendang perut dari salah seorang bintara.

Video tersebut diunggah oleh akun facebook Firmansyah Padang TerapiStroke pada Rabu (25/3/2020) sekitar pukul 19.17 WIB. 

Dalam postingan tersebut ditulis "penganiayaan yg tdk pantas terjadi di tubuh Polri di Polres Padang Pariaman Polda Sumbar yang di lakukan oleh Ipda Septian dwi cahyo yang mengakibatkan Personel masuk rumah sakit dan tidak sadarkan diri karna di pukul berkali kali menggunakan kopel keras di bagian yg sangat sensitif yaitu di bagian kepala #kapolri #kadivpropampolri #humaspolri."

Saat dilihat sekitar pukul 19.00 WIB, postingan itu sudah dilihat oleh 39 pengguna dengan 22 komentar dan 18 kali dibagikan. 

Dari komentar tersebut, terlihat warganet sangat menyayangkan tindakan itu. Salah seorang bintara tersebut saat ini tengah menjalani perawatan di RSUD Padang Pariaman.

Video pemukulan terhadap tiga orang polisi heboh di media sosial yang diupload sekitar pukul 17.16  WIB oleh salah seorang bernama firmansyah padang terapi Stroke. Terlihat dari tayangan video terjadi dihalaman Polres Padang Pariaman yang berdurasi sekitar 01.16 menit, telah ditonton 116 orang dan dibagikan 5 orang.

Dalam tautan Facebook https://www.facebook.com/1290885622/posts/10217800371542919/?app=fbl, tampak seorang polisi memukuli tiga polisi dengan keras serta menendang bagian dada. 

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Barat (Sumbar), Kombes Pol Satake Bayu Setianto ketika dihubungi fajarsumbar.com, Rabu (25/3/2020) via watshapp membenarkan peristiwa yang menghebohkan tersebut dan mengakui kejadiannya di Polres Padang Pariaman.

Menurut Stefanus Satake Bayu Septianto mengatakan, sudah melakukan koordinasi dengan Polres Padang Pariaman. Pihak Polres Padang Pariaman membenarkan jika itu terjadi di halaman Mapolres tersebut. Pemukulan itu dilakukan lantaran ketiga Bintara itu terlambat datang ke kantor. 

"Saya sudah menanya langsung ke Kapolresnya, katanya itu hukuman yang diberikan kepada Bintara yang terlambat, tapi ya caranya salah. Tidak seperti itu juga memberi peringatan," sebut Kabid Humas. 

Ditambahkannya, yang bersangkutan (perwira yang memukul, red) tengah menjalani pemeriksaan di Mapolres setempat. 

Untuk kronologis kejadian, kata Satake, belum ada laporan lebih lanjut dari Polres Padang Pariaman. Sementara, untuk korbannya sudah dirawat di RSUD Padang Pariaman. 

"Perwira itu bernama Ipda Septian Dwi Cahyo. Dia sudah diperiksa intensif oleh propam setempat," ujar Kombes Satake. 

Menurut sumber fajarsumbar.com, kejadian pemukulan Perwira tiga Bintara tersebut seminggu yang lalu, namun baru viral, Rabu (25/3/2020) setelah salah seorang meunggahnya di media sosial facebook. 

“Benar-benar tidak manusiawi, semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Jika ada personelnya yang salah menjalankan tugas, berikan hukuman yang pantas. Bukan dipukul hingga pingsan dan sampai dirawat ke rumah sakit,” ujar salah seorang warga Padang Pariaman geram. (heri)