4,25 Ton Beras Bantuan Covid-19 Masih Menumpuk di Kantor Camat V Koto Timur Pd. Pariaman

iklan halaman depan

4,25 Ton Beras Bantuan Covid-19 Masih Menumpuk di Kantor Camat V Koto Timur Pd. Pariaman

Selasa, 14 April 2020
Inilah beras 4,25 ton masih menumpuk di kantor Camat V Koto Timur, Padang Pariaman. (heri/fajarsumbar.com)

Padang Pariaman, fajarsumbar.com - Beras bantuan dari Pemerintah Padang Pariaman melalui Dinas Sosial yang rencananya akan diserahkan kepada warga terdampak Covid-19 masih menumpuk di kantor Camat V Koto Timur.

Menumpuknya beras bantuan tersebut sudah empat hari terhitung sejak Sabtu (11/4/2020). Menurut sumber fajarsumbbar.com, bantuan tersebut belum diserahkan kepada  warga, karena jumlahnya kurang dari basis data terpadu (BDT) yang diserahkan kepada Dinas Sosial.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dua nagari tidak mengambil bantuan di kantor camat, karena takut dituduh menggelapkan beras bantuan itu. Kini beras itu masih tertumpuk di aula kantor camat setempat. 

Camat V Koto Timur Anasman saat dikonfirmasi, Selasa (14/4/2020) membenarkan masih ada beras yang terletak di aula kantor camat. Saat ini ada sekitar 4,25 ton beras untuk Nagari Kudu Ganting dan Nagari Kudu Ganting Barat yang belum dibagikan. 

Ia menjelaskan alasan dua nagari tersebut tidak mengambil beras, karena beras yang diberikan tidak sesuai dengan BDT yang diberikan nagari ke Dinas Sosial. Kekurangannya sekitar 580 kg atau 58 karung.

Menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, walinagari memutuskan untuk tidak membawa beras itu ke nagari masing-masing. Sebab jika dipaksa juga dibagikan kepada warga, khawatir akan terjadi keributan bagi warga yang belum menerimannya.

"Dua nagari yakni Kudu Ganting dan Kudu Ganting Barat menyepakati tidak membawa bantuan, sementara Nagari Limau Purut dan Nagari Gunung Padang Alai sudah lansung dibawa untuk dibagikan pada warga," jelas Anasman.

Camat V Koto Timur ini kembali menambahkan pihak kecamatan sudah koordinasi dengan Dinas Sosial untuk secepatnya memenuhi beras yang masih kurang, "Insya Allah, Selasa ini (14 April 2020--red) akan mencukup beras yang kurang," jelasnya. 

Kembali ia menuturkan sejak hari Sabtu sampai sekarang terpaksa piket malam bersama dengan nagari untuk menjaga beras yang jumlahnya cukup banyak tertumpuk di dalam kantornya.

Walinagari Kudu Ganting Barat, Tk M Sayuti saat dikonfirmasi membenarkan bahwa beras bantuan untuk nagarinya memang belum dibawa sejak Sabtu (11/04/2020). Alasannya data yang ia kirim ke Dinas Sosial begitu jauh kurangnya dari sebelum yang dikirim sesuai dari Basis Data Terpadu. 

Ia mengatakan jika tidak ada solusi dari Pemkab melalui Dinas Sosial, dengan jumlah data beras yang dikirim. "Kami menolak menjemputnya, hingga jumlah data yang dikirim tidak sesuai, takutnya nanti saat dibagikan akan terjadi keributan," ujarnya memberi alasan.

Menurut informasi dari Dinas Sosial, akan memenuhi 58 karung beras yang masih kurang di Kudu Ganting Barat dan Kudu Ganting. "Jika tidak dipenuhi, maka kami akan sepakat dua nagari tersebut menyewa truk untuk diantarkan lagi ke kantor Dinsos Padang Pariaman," tambahnya.

Terpisah Sekretaris Nagari Kudu Ganting, Jon saat dikonfirmasi menyebutkan hal yang sama. Sebenarnya nagarinya dalam hal pembagian ini memiliki resiko yang tinggi di tengah-tengah masyarakat. Apalagi beras yang dikirim pemerintahan kurang dari jumlah data yang dikirim. 

"Jika kami tetap membagikan dengan jumlah yang kurang, ini akan berbahaya. Apa tanggapan dari masyarakat. Bisa jadi kita dituduh menggelapkan bantuan beras dari pemerintah. Dari pada menjadi kambing hitam dalam hal ini, lebih baik tidak kami ambil dulu untuk dibagikan kepada masyarakat" imbuhnya.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial, Syafriwal saat dikonfirmasi fajarsumbar.com  melalui telephone selulernya (HP) membenarkan kekurangan beras bantuan tersebut. "Saya sekarang lagi rapat di kantor Bulog," ujarnya singkat. (heri)