151 Pasukan Kuning Bukittinggi Terima Bantuan dari Anggota DPR RI Ade Rizki

iklan halaman depan

151 Pasukan Kuning Bukittinggi Terima Bantuan dari Anggota DPR RI Ade Rizki

Kamis, 21 Mei 2020
Anggota DPR RI Komisi IX  Ade Rizki Pratama menyerahkan sembako pada pasukan kuning Bukittinggi, Kamis (21/5/2020).

Bukittinggi, fajarsumbar.com. Anggota DPR RI Komisi IX  Ade Rizki Pratama, memberikan bantuan sembako kepada 151 pasukan kuning (petugas kebersihan) Bukittinggi.

Anggota DPR RI Komisi IX  Ade Rizki Pratama  didampingi Walikota Ramlan Nurmatias, Wakil Walikota Irwandi dan FKPD, Kadis Lingkungan Hidup Syafnir menyampaikan kepada wartawan di ruangan rapat LH di Talao Kecamatan Mandiangin Koto Selayan Bukittinggi, Kamis (21/5/2020).

Komisi IX DPR RI sepakat untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak secara ekonomi oleh virus corona, dan menyerahan bantuan ini dilakukan didaerah pemilihan masing-masing, atau sesuai provinsi daerah pemilihannya.

Untuk Kota Bukittinggi saja disediakan sebanyak 1.500 paket sembako, pendistribusiannya dilakukan melalui kader-kader posandu dan ada juga yang diserahkannya (Ade Rizki Pratama) kepada masyarakat secara langsung, seperti sekarang ini diserahkan kepada pasukan kuning sebanyak 151 paket sembako.

“Kita mengutamakan bantuan ini kepada masyarakat yang tidak dapat, baik bantuan pusat, provinsi maupun kota karena tidak termasuk dalam daftar, sebab untuk mendapat bantuan yang disalurkan oleh Bukittinggi, aturannya orang yang KTP, berdomisili di Bukittinggi dan tinggal diwilayah hukum Bukittinggi”.

Lebih lanjut kata Ade, bantuan ini memang tidak banyak, namun mungkin bisa meringankan saudara-saudara yang terdampak covid-19, apalagi sekarang ini semua sektor merasakan sulitnya ekonomi, dipilihnya petugas kebersihan ini karena mereka ini Non PNS.

Menjawab pertanyaan wartawan tentang PSBB, menurut Ade Rizki ada sedikit yang tidak seirama antara pemerintah pusat dengan daerah, bukan hanya pemda Sumbar, tapi secara Nosional.

Harapannya kepada pemerintah pusat, lebih disiplin dalam arti bisa melaksanakan apa aturan main yang telah dibuat. Sehingga diterapkan tidak terjadi kesalah pahaman sehingga berdampak pada masyarakat.

“Kami berharap sinipitas itu penting, jangan sampai ada salah disharmonisasi”, dampak terbesarnya pada masyarakat juga, membuat bingung , was-was dan betanya-tanya. Aturan yang baik itu dilakukan secara tertulis, sehingga masyarakat tahu aturan yang akan dipatuhi, kenyataannya sekarang sering ada aturan yang berubah-ubah, kedepan diharapkan tentu akan lebih baik lagi, ungkapnya.(gus)