423 KK Warga Kelurahan Aur Kuning, Bukittinggi Terima Sembako

iklan halaman depan

423 KK Warga Kelurahan Aur Kuning, Bukittinggi Terima Sembako

Jumat, 22 Mei 2020
Adrizal

Bukittinggi, fajarsumbar.com - Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias serahkan sembako di Kelurahan Aur Kuning Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh, 423 Kepala Keluarga (KK) menerima  bantuan, masing-masing RW mendapat dapat 4 KK.

Hal ini disampaikan Lurah Aur Kuning Adrizal kepada fajarsumbar.com di Aur Kuning Bukittinggi, Jumat, (22/5/20020. Hari ini Kelurahan Aur Kuning kembali mendapat bantuan sembako sebanyak 423 KK, masing-masing RW mendapat jatah 4 KK yang diserahkan Walikota Ramlan Nurmatias.
Bantuan ini diberikan untuk bulan Mai 2020, kemudia ditambah 58 KK yang baru pindah domisili, artinya selama ini mereka tinggal dikelurahan lain sekarang telah menjadi warga Kelurahan Aur Kuning.

Kalau yang sebelumnya masyarakat menerima bantuan ada yang berupa uang tunai, sekarang berbentuk sembako. Namun dari segi nominalnya sama Rp.600 ribu per KK, yang mendapat sembako harganya juga sama RP.600 ribu.

Lebih lanjut kata Adrian, sampai saat ini tidak ada masyarakat yang tidak mendapat bantuan, bahkan warga yang tercecer selama ini telah didaftarkan, sekarang telah  mendapat bantuan sama seperti warga yang lain dan tidak ada masyarakat Aur Kuning yang tidak mendapat bantuan.

Dalam kesempatan ini Adrian menghimbau kepada masyarakat Aur Kuning agar tetap mematuhi imbauan pemerintah, karena mayoritas warga Aur Kuning berprofesi sebagai buruh lepas, pedagang, pelayan toko, sopir Angkot, sangat rawan tertular covid-19.

Umumnya propesi ini setiap hari berinteraksi dengan masyarakat, baik yang didalam Bukittinggi sendiiri maupun pembeli yang datang dari luar kota. Tolong jaga kebersihan terhadap diri sendiri, agar keluarga dirumah juga terlindungi dari covid-19, pakai masker, cuci tangan pakai sabun.

“Kita tidak tahu begitu banyak orang datang ke Bukittinggi dengan segala kepentingan, ada yang berbelanja pakaian, sayur mayur dan berobat ke rumah sakit yang ada di Bukittinggi, siapa yang tahu begitu banyak orang berkumpul  dan tidak dapat terdeteksi oleh manusia," ungkapnya. (gus)