Arab Saudi Catat Lonjakan Tertinggi 2.307 Kasus Baru Covid 19

iklan halaman depan

Arab Saudi Catat Lonjakan Tertinggi 2.307 Kasus Baru Covid 19

Sabtu, 16 Mei 2020

(ilustrasi)
Jakarta, fajarsumbar.com - Arab Saudi melaporkan 2.307 kasus baru virus corona dalam tempo sehari pada Jumat (15/5/2020). Kementerian Kesehatan Arab Saudi menuturkan penambahan tersebut merupakan penambahan tertinggi sejak Covid-19 pertama kali terdeteksi di sana.

Selain itu, dalam sehari Arab Saudi juga mencatat sembilan pasien meninggal karena corona. Total kematian akibat corona di Arab Saudi hingga kini mencapai 292 orang.

Data statistik Worldometers melaporkan Arab Saudi saat ini memiliki 49.176 kasus corona dengan 21.869 diantaranya dinyatakan sembuh.

Arab Saudi memberlakukan sejumlah kebijakan untuk mengendalikan penyebaran virus corona.
Pada Selasa (12/5/2020) Kementerian Dalam Negeri memutuskan untuk memberlakukan lockdown nasional saat libur Idulfitri. Keputusan tersebut diambil setelah Saudi saat ini menjadi negara dengan kasus Covid-19 tertinggi di wilayah Teluk.

Dikutip dari pernyataan kementerian yang dirilis kantor berita Arab Saudi, lockdown secara penuh akan diberlakukan di negara tersebut pada 23-27 Mei yang bertepatan dengan hari perayaan Idulfitri.
Penguncian wilayah sudah dilakukan di banyak lokasi, namun bulan lalu pemerintah melonggarkan pembatasan pada pukul 9 pagi hingga 5 sore.

Mal dan toko sudah kembali dibuka, kecuali di lokasi-lokasi tertentu termasuk Mekah yang merupakan daerah dengan kasus tinggi meskipun telah dilakukan penguncian wilayah secara ketat.
Upaya lain yang dilakukan Saudi untuk mengontrol penyebaran virus corona adalah menutup bioskop dan restoran serta menghentikan penerbangan.

Pada akhir Februari lalu, Arab Saudi juga memutuskan untuk menghentikan kegiatan umrah sepanjang 2020 karena khawatir penyebaran corona di kota suci Mekah sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.

Sejauh ini pihak berwenang belum memutuskan untuk tetap menyelenggarakan kegiatan haji tahun ini sesuai jadwal pada akhir Juli atau akan menundanya. Kendati demikian, umat Islam di dunia diharap menunda sementara persiapan perjalanan haji. (*)