Bahas BLT di Surantih, Pessel Abaikan Social Distancing -->

IKLAN-UT-TAYANG-16-NOVEMBER-2020

iklan halaman depan

Bahas BLT di Surantih, Pessel Abaikan Social Distancing

Senin, 18 Mei 2020
Rapat BLT mengabaikan protokol kesehatan di Pesisir Selatan.

Painan, fajarsumbar.com
- Di tengah pandemi virus corona yang mengancam ribuan jiwa, ternyata masih banyak warga tidak mengindahkan imbauan pemerintah terkait sosial distancing (jarak jarak) serta memakai masker. Ini jelas melanggar protokol kesehatan Covid-19.


Hal tersebut terpantau di Nagari Koto Nan Tigo Selatan Surantih, Kecamatan Sutera. Sejumlah warga dan perangkat nagari terlihat berkerumun dalam satu ruangan guna membahas penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari pemerintah setempat, Sabtu (16/5/2020) lalu.

Parahnya banyak di antaranya terlihat tidak memakai masker, masalah sosial distancing jangan ditanya, mereka. Tidak ada jaga jarak sama sekali. 

"Seharusnya ini jadi perhatian dari pemerintah nagari, jangan di tengah membahas BLT ini bisa mendatangkan masalah baru," ujar salah seorang warga Suranti kepada fajarsumbar.com, Senin (18/5/2020).

Menurutnya, seharusnya walinagari bersangkutan sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah Pesisir Selatan sebelum acara berkumpul itu warga harus memakai masker. Bagi yang tidak menggunakan alat pelindung diri itu dilarang ikut serta dalam rapat tersebut, sebab bisa berbahaya di tengah pandemi Covid-19.

Menyangkut perihal tersebut, Walinagari Koto Tigo Selatan Surantih Mawardi ketika ditanya fajarsumbar.com menyebutkan, ia telah menganjurkan kepada warga untuk menggunakan masker, tapi banyak diantaranya yang tidak menggunakan APD tersebut.

"Saya sudah mengimbau warga yang ikut rapat BLT itu menggunakan masker tapi banyak juga yang tidak menggunakannya," elaknya.


Disebutkan rapat itu pengumpulan warga itu membahas penyaluran BLT. Penyaluran itu tentu nagari koordinasikan dengan Bamus dan Bumnag.

Menurutnya, untuk penyaluran dana BLT yang menggunakan anggaran dana desa (DD) di nagari setempat, pihaknya sengaja mengundang sejumlah unsur terkait guna membahas pencairan dana tersebut.

"Rencananya Kamis depan bakal kami salurkan. Kami berharap agar nantinya bisa lebih tepat sasaran," tuturnya.

Sementara itu, Ipen (34) warga setempat mengaku, kedatangannya ke kantor wali nagari saat itu sengaja di undang oleh pihak nagari terkait polemik yang terjadi di tengah-tengah masyarakat tentang penyaluran BLT yang dinilai tidak tepat sasaran.

"Benar, kami di undang wali nagari kesini untuk membahas penyaluran BLT," katanya.

Ia menyebutkan, sejak mewabahnya virus corona ekonomi masyarakat menjadi terpuruk, bahkan dirinya tidak bisa lagi kemana-mana.

"Kami ingin bantuan ini tepat sasaran. Jangan ada lagi unsur nepotisme. Sebab, ekonomi masyarakat sudah terpuruk sejak Corona mewabah," ucapnya lagi.

Sebelumnya, Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni menyampaikan secara tegas agar masyarakat tidak melaksanakan kegiatan yang bersifat menciptakan kerumunan di masa Pandemi Covid-19. 

Tak hanya itu, masyarakat juga diharuskan memakai masker jika keluar rumah di masa PSBB. Tujuannya agar mempercepat memutus mata rantai Virus Corona yang sedang melanda di sejumlah negara termasuk Indonesia.(ef)