Camat Sintuk Toboh Gadang, Antarkan Makanan ke Warga yang Isolasi Mandiri di Rumah

iklan halaman depan

Camat Sintuk Toboh Gadang, Antarkan Makanan ke Warga yang Isolasi Mandiri di Rumah

Sabtu, 02 Mei 2020
Camat Sintuk Toboh Gadang Asyari

Pariaman, fajarsumbar.com Di tengah Pandemi Covid-19 mengguncang dunia yang menyebabkan perubahan drastis kehidupan manusia. Termasuk daerah Kabupaten Padang Pariaman, ikut merasakan dampak yang besar atas wabah virus corona ini.

Hingga tulisan ini ditayangkan, telah tercatat 4 warga Kabupaten Padang Pariaman terkonfirmasi terkena Covid-19, salah satu diantaranya warga Kecamatan Sintuk Toboh Gadang.

Yakni Pasien berinisial TA dinyatakan positif terpapar Covid-19 pada 31 Maret 2020 lalu. Selama ia menjalani isolasi kebutuhan penghidupannya dan keluarga ditanggung oleh Pemerintah yang diantarkan langsung Camat Sintuk Toboh Gadang Asyari.

Ia menjabat sebagai Camat Sintuk Toboh Gadang sejak tahun 2018, sebelumnya menjabat Sekretaris Camat setempat.

Pun sejak ia mengetahui salah satu warganya terkena Covid-19, maka langsung mengambil tindakan untuk penanganan warganya tersebut. 

Beberapa langkah telah diambil dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19 di wilayahnya. Yakni mesosialisasikan Protokoler penanganan virus Covid-19 kepada seluruh warganya agar selalu berada dirumah, sering cuci tangan dengan sabun,  selalu berprilaku hidup sehat sesuai dengan anjuran dari Pemerintah.

Perlakuan khusus ia lakukan kepada pasien TA yakni dengan menanggung kebutuhan sembako TA dan keluarganya. Hal itu mengingat kondisi pasien yang terkonfirmasi Covid-19 harus melakukan isolasi diri selama 14 hari.

Pasien TA tergolong kedalam PDP positif tingkat ringan, sehingga TA hanya melakukan isolasi diri di rumah saja sesuai anjuran Dinas Kesehatan.

Selama TA dan keluarga melakukan isolasi diri itu segala kebutuhan yang diperlukan, dipenuhi oleh Camat Sintuk Toboh Gadang.

“Begitu kita mengetahui salah satu warga positif Covid-19, saya langsung menyuruh agar warga tersebut melakukan isolasii diri selama 14 hari kedepan. Pun kami berupaya untuk memenuhi kebutuhan warga tersebut," tuturnya.

Pada malam pertama isolasi itu, pasien TA ingin makan martabak dan kami menyanggupi. Saya sendiri yang mengantar makanan itu kedepan rumah kediamannya. 

"Hal demikian saya lakukan agar menghindari TA tidak nekat keluar rumah. Sehingga akan menimbulkan dampak yang besar terhadap warga lainnya, sebutnya

Ia juga mengatakan akan berupaya memenuhi kebutuhan yang diperlukan oleh warga selagi mampu dan wajar  untuk dipenuhi. Ha ini tetap dilakukan hingga TA dan Ibunya dinyatakan sembuh.

“Bantuan ini akan tetap kami berikan hingga ibu TA yang juga terkonfirmasi Covid-19 saat ini diisolasi di Balai Pelatihan Kesehatan dinyatakan sembuh.
Mengingat ibu TA merupakan tulang punggung keluarga, sehingga pada kondisi sekarang ini TA masih membutuhkan bantuan untuk penghidupan kedepannya" tutur Camat.

Pria berusia 56 tahun ini menyebutkan pemenuhan kebutuhan TA juga dibantu oleh Bupati dan Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Pariaman. Dana tersebut digunakan untuk membelikan kebutuhan asupan gizi dan ketahanan tubuh TA seperti susu dan vitamin.

“Selain bantuan dari Bupati dan Sekretaris Daerah, juga Dana yang kami gunakan untuk pemenuhan kebutuhan TA berasal dari Nagari” jelasnya

Dalam mengawasi perkembangan TA, Camat Asyari melakukan pemantauan 3 kali sehari yang diakukan setiap hari.

Tugas ini bertujuan pengawasan agar TA tidak keluar rumah dan tidak menimbulkan resiko kepada warga yang lainnya. Kemudian untuk memastikan supaya TA tetap dirumah saja.

“Kami selalu melakukan pemantauan kepada TA mengingat masih ada kabar dan informasi yang menyebutkan bahwa TA masih saja berkeliaran rumah dan membeli bakso. Sehingga kami tentu memastikan bahwa berita tersebut tidak benar adanya. Pasien TA selama menjalani isolasi sangat patuh melaksanakan tetap berada dirumah,” terangnya

Selain kebutuhan sembako, juga tanggungan lain dipenuhi berupa listrik dan kuota selama satu bulan terakhir.

Selama menangani dan mengawasi TA, juga memberikan pengaruh terhadap kehidupan Asyari. Pihak keluarga memintanya untuk menjaga jarak. Mereka beralasan, Asyari memiliki kontak langsung dengan TA, Sehingga keluarganya khawatir ia terpapar Covid-19.

Selain fokus mengurus memenuhi kebutuhan PDP itu,  juga Camat Sintuk Toboh Gadang selalu melakukan sosialisasi terkait PSBB. Ia turun langsung melakukan himbauan kepada  pihak Pengurus Mesjid dan Surau untuk tidak melaksanakan tarwih.

Apabila masih melaksanakan tarwih di Masjid dan Surau, maka pengurus Masjid dan Surau, agar menyediakan air cuci tangan dan sabun sebelum masuk kedalam Masjid ataupun Suarau.

Kecamatan Sintuk Toboh Gadang juga akan mendapatkan bantuan berupa ternal scanner untuk Masjid-Masjid yang masih melaksanakn shalat tarwih. Kemudian tak kalah pentingnya adalah agar jama'ah memeriksa suhu tubuh  sebelum masuk Masjid. Dan apabila ditemukan suhu tubuh jamaah diatas normal, maka jamaah tersebut harus disuruh pulang kembali.(r-saco)