Disdikbud dan Kemenag Tanah Datar Sepakati Penerimaan Peserta Didik Baru

iklan halaman depan

Disdikbud dan Kemenag Tanah Datar Sepakati Penerimaan Peserta Didik Baru

Jumat, 01 Mei 2020
Kadisdikbud Riswandi  dan Kakan Kemenag Syahrul menyepakati Juknis bersama

Tanah Datar, fajarsumbar.comSemakin meluasnya penyebaran Covid-19 dan menyikapi imbauan pemerintah untuk mencegah penyebaran virus corona, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanah Datar menandatangani kesepakatan bersama tentang petunjuk teknis (juknis) Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) TA 2020/2021.

Penandatangan ini dilaksanakan oleh Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Riswandi dan Kepala Kantor Kemenag Syahrul di kantor Kemenag setempat, Rabu (29/04) dan turut disaksikan Kabid Pembinaan SMP, Kasi Peserta Didik Bidang Pembangunan SD, Kasubag TU Kemenag dan Kasi Penmad Kemenag.

“Bidang pendidikan ikut terdampak terjadinya pandemi Covid-19, pemerintah daerah pun sudah mengeluarkan kebijakan memindahkan proses belajar mengajar ke rumah semenjak 20 Maret sampai 29 Mei mendatang untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, ” ucap Riswandi.

Lebih lanjut Riswandi katakan, kebijakan PPDB TA 2020/2021 pun dilakukan penyesuaian.
“Kita sudah sepakat dengan juknis bersama ini menjadi acuan bagi madrasah dan sekolah pada satuan Taman Kanak-Kanak/ Raudhatul Athfal dan Pendidikan Dasar dalam menerima peserta didik baru yang akan dimulai 17 s/d 30 Juni 2020 mendatang. Harapannya tentu ini menjadi komitmen bagi kedua belah pihak dan pihak sekolah dalam menfasilitasi anak bangsa melanjutkan pendidikannya di sekolah atau madrasah khususnya di Kabupaten Tanah Datar,” terang Riswandi.

“Mari diikuti dan dipatuhi apa yang sudah menjadi komitmen bersama baik jajaran madrasah dan maupun jajaran sekolah agar ada kenyamanan dalam menjalankan keputusan bersama ini.”

Dalam juknis itu jelas Riswandi diatur langkah-langkah PPDB yang memuat azaz non-diskriminatif, objektifitas, transparansi, akuntabilitas dan berkeadilan, ujarnya

Pendaftaran PPDB untuk Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dilaksanakan melalui jalur zonasi, afirmasi, perpindahan tugas orang tua/wali dan prestasi. 

“Ditegaskan pelaksanaan PPDB pada sekolah yang menerima bantuan operasional sekolah tidak boleh memungut biaya,” ingat Riswandi.

Riswandi juga katakan mencermati situasi yang berkembang tentang wabah Covid-19 maka pelaksanaan PPDB tidak boleh dengan mengumpulkan banyak orang atau memberikan peluang kepada massa untuk berkumpul dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19. 

Disebutkan pendaftaran PPDB dilaksanakan dengan menggunakan mekanisme dalam jaringan (daring) dengan mengunggah dokumen yang dibutuhkan sesuai dengan persyaratan ke laman PPDB yang telah ditentukan dan jika tidak tersedia fasilitas jaringan, maka PPDB dilaksanakan melalui mekanisme luar jaringan (luring) dengan melampirkan fotocopy dokumen yang dibutuhkan sesuai dengan persyaratan.

“Untuk menyikapi situasi tersebut, dengan mempedomani SE Mendikbud Nomor 4/2020 , maka diharapkan kepada seluruh satuan pendidikan untuk dapat membuat SOP atau sejenisnya  di tempat masing-masing,” tutup Riswandi. (Freddy)