Hadirnya Mesin Canggih Panen Padi Dikeluhkan Buruh Harian, Ini Alasannya

iklan halaman depan

Hadirnya Mesin Canggih Panen Padi Dikeluhkan Buruh Harian, Ini Alasannya

Minggu, 03 Mei 2020
ilustrasi

Painan, fajarsumbar.com - Harian buruh lepas pengarit (panen) padi sangat mengeluh dengan adanya mesin cangih beroperasi di Kecamatan Sutera, Pesisir Selatan.

"Beginilah keadaan kami sebagai pengarit padi menggunakan sabit dan tenaga upahan," ujar Daus, warga Sutera kepada fajarsumbar.com, Minggu (3/5/2020).

Keluhan warga tersebut, karena kini telah hadir mesin canggih di Pessel untuk memanen padi, sehingga tidak lagi menggunakan tenaga manusia. Akibatnya, warga yang menggantungkan hidup menerima upahan panen padi itu mengeluhkan hal tersebut.

Menurut Daus bersama teman-temannya dapat borongan. Setiap hari bisa mendapatkan pengasilan Rp80 ribu sampai Rp90 ribu. Tapi sekarang, dengan adanya mesin cangih beroperasi di kampungnya, ia hanya dapat satu harinya Rp40 ribu dan Rp50 ribu saja.

"Inilah nasib kami sebagai pekerja harian lepas, kadang-kadang dapat dan ada pula tidak ada sama sekali. Jika begini terus-terusan, menambah kami semakin merasai," ujar lelaki itu.

Menurut dia, bagaimana bisa menghidupkan keluarga, apalagi anaknya masih kecil-kecil perlu biaya. "Musim panen yang kami tunggu-tunggu, sekarang sudah dikerjakan dengan mesin canggih," ujarnya.

Dengan kehadiran mesin cangih banyak masyarakat kecil harian buruh lepas dikeluhkan warga.

Hadirnya teknologi cangih itu bakal menggantikan tenaga manusia. Dalam hitungan jam berhektare-hektare dapat diselesaikan dengan mudah memanen padi.(ef)