Keluhkan Demam dan Sesak Nafas, Sopir Truk Asal Nagari Paninggahan Meninggal Dunia

iklan halaman depan

Keluhkan Demam dan Sesak Nafas, Sopir Truk Asal Nagari Paninggahan Meninggal Dunia

Sabtu, 02 Mei 2020
Sofiar Syam

Solok, fajarsumbar.com - Setibanya di kampung halaman, Nagari Paninggahan Kabupaten Solok, Selasa 28 April 2020 sopir truk mengeluhkan demam dan sesak nafas. Akhirnya,  laki-laki umur 45 tahun tersebut meninggal dunia, Jumat (1/5/2020) di rumah duka.

Hal itu diinformasikan melalui dirilis Kabag Humas Pemkab Solok Sofiar Syam, S.Sos.M.Si melalui Wa Info Humas Pemkab Solok, Sabtu (2/5/2020).

Dituliskan Kabag Humas, sebelum kedatangannya di Paninggahan, Almarhum dalam riwayat perjalanannya datang dari Medan.

Diceritakan dalam kronologisnya, Jumat tanggal 1 Mei 2020 sekira pukul 18.30 Wib, bidan desa dapat informasi melalui sambungan telpon, dari pihak keluarga, melaporkan pasien mengeluhkan kondisi demam dan sesak nafas.

Sekira pukul 18.45 Wib, petugas puskesmas tiba di rumah, dengan kondisi pasien demam dan sesak nafas dan langsung dikonfirmasikan ke dokter.

Selanjutnya, dokter mengintruksikan agar pasien dijemput ambulance untuk dirujuk, dengan seluruh petugas memakai APD lengkap.

Sekira pukul 18.45 Wib petugas dan dokter dari puskesmas tiba di rumah pasien. Selang beberapa lama usai dilakukan pemeriksaan akhirnya pasien dinyatakan meninggal dunia.

Selanjutnya, mengantisipasi dan mencegah serta mewaspadai terjangkitnya Corona, anggota keluarga pasien yaitu seorang anak berumur 9 tahun, pada saat ini menderita demam dan muntah-muntah segera tangani dokter. Segera dalam tindak lanjutnya dokter melakukan swab test terhadap keduanya, yaitu pasien yang sudah almarhum juga anaknya yang berumur 9 tahun.

Tak hanya itu, rapid test juga dilakukan kepada 8 orang, terdiri dari keluarga pasien itu sendiri diantaranya istri, anak serta yang berhubungan langsung dengan almarhum saat dilakukan pemakaman jenazah.

Tak lama berselang, hasil swab test maupun rapid test menunjukan pasien yang sudah almarhum, beserta anak dan istrinya dan juga 8 orang lainnya, yang memakamkan jenazah dinyatakan negatif corona.

Kendatipun demikian, terhadap keluarga almarhum tersebut dilakukan isolasi mandiri.

Sekaitan dengan penyelenggaraan pemakaman jenazah alamarhum, yang berprofesi sebagai sopir truk tersebut, diselenggarakan dengan Protap Covid-19, begitu hal tersebut dituliskan Kabag Humas Pemkab Solok Sofiar Syam, S.Sos.M.Si.(nr)