Ketua MUI Sawahlunto : "Disiplin Kunci Pelaksanaan Shalat Jumat di Zona Hijau"

iklan halaman depan

Ketua MUI Sawahlunto : "Disiplin Kunci Pelaksanaan Shalat Jumat di Zona Hijau"

Sabtu, 16 Mei 2020
Ketua MUI Kota Sawahlunto Drs Darmuis saat memberikan keterangan pers dalam pelaksanaan Shalat Jumat.

Sawahlunto, fajarsumbar.com - Setelah tidak menjalankan 5 kali shalat Jumat selama merebaknya Covid-19, untuk pertama kalinya shalat Jumat digelar di Sawahlunto pada Jumat kemarin (15/5/2020) karena masih Sawahlunto dalam keadaan zona hijau.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sawahlunto Drs Darmuis menyampaikan ketika ada wabah seperti ini (Covid-19) maka sebenarnya shalat Jumat sudah diganti dengan shalat Dzuhur. Oleh sebab itu, pembahasan perkataannya, tidak ada yang meninggalkan shalat Jumat karena shalatnya sudah diganti.

"Kalau seandainya ia meninggalkan shalat Jumat tidak tahu, artinya seolah-olah menganggap enteng (melalaikan). Contoh, di musim panen, ada orang yang panen padi, lalu ada laki-laki yang tidak melaksanakan shalat Jumat karena panen padi, itu yang namanya kafir. Kenapa?, karena ia menganggap enteng shalat Jumat," ungkapnya saat konferensi pers di balaikota, Jumat (15/5/2020).

Untuk sekarang, katanya, tidak boleh menganggap enteng karena ada wabah yang melanda. Kalau dilihat perkembangannya semakin hari makin membaik, maka pihaknya sepakat walaupun dengan pembahasan yang alot untuk memulai shalat Jumat.

"Untuk diketahui oleh masyarakat Kota Sawahlunto, dengan di mulainya shalat Jumat, berarti bukan Kota Sawahlunto aman. Sawahlunto belum aman sebetulnya, karena masih ada nilai-nilai darurat yang belum di pahamkan oleh masyarakat dalam kaedah Standar Operasional (SOP) pemerintah antara lain kedisiplinan," sebutnya.

Kalau masyarakat disiplin, semakin terputus mata rantai Covid-19 ini, maka semakin bisa masyarakat melaksanakan shalat seperti biasa. (ton)