Lubang Tambang CV Tahiti Coal Keluarkan Asap Hitam, Warga Khawatir, Ini Alasannya

iklan halaman depan

Lubang Tambang CV Tahiti Coal Keluarkan Asap Hitam, Warga Khawatir, Ini Alasannya

Sabtu, 23 Mei 2020
Lokasi tambang batubara CV Tahiti Coal yang mengeluarkan asap hitam.

Sawahlunto, fajarsumbar.com - Sejak Kamis (21/5/2020) salah satu lubang tambang dalam batubara di Desa Sikalang, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat mengeluarkan asap hitam diduga berasal dari lubang tambang dalam batubara yang dikelola oleh CV Tahiti Coal.

Menurut informasi dari masyarakat Desa Sikalang Edi Rahmat atau yang biasa disapa Kulai mengatakan bahwa memang ada lubang tambang dalam Batubara di Desa Sikalang mengeluarkan asap hitam.

"Sejak kemarin sekitar pukul 17.00 WIB lubang tambang tersebut mengeluarkan asap hitam hingga sekarang belum teratasi," ungkapnya, Sabtu (23/5/2020).

Dikatakannya bahwa kejadian ini membuat masyarakat khawatir dan resah karena lokasi tambang tersebut sangat dekat dengan pemukiman warga.

"Pada intinya masyarakat resah dengan keadaan tambang yang dekat dengan pemukiman. Dengan kejadian ini (lubang mengeluarkan asap hitam) warga semakin resah," sebutnya kepada fajarsumbar.com.

Yang menjadi kekhawatirannya bahwa ada asap pasti ada api, apabila batubara tersebut terbakar di dalam lubang dan tidak teratasi maka lama kelamaan akan ambruk. "Apalagi lokasi tambang sangat dekat dengan pemukiman warga," sambungnya kemudian.

Sementara itu, Kepala Teknik Tambang (KTT) CV Tahiti Coal Zul Efriyon membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan bahwa kejadian tersebut adalah Swabakar Batubara (pembakaran batubara secara alami karena adanya temperatur).

"Kejadian sekitar pukul 15.00 WIB Kamis (21/5/2020) kemarin. Sampai sekarang masih mengeluarkan asap hitam namun kita sudah antisipasi dengan memasukkan air ke dalam lubang pada saat kejadian. Istilahnya pembanjiran tambang namanya," akunya saat di konfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (22/5/2020) malam.

Dijelaskannya, dibanjiri tambang ini dahulu agar asapnya hilang. Menurutnya kejadian ini tidak akan membuat permukaan tanah amblas. 

"Kejadian ini bukan di CV Tahiti Coal saja, seluruh tambang yang ada di Kota Sawahlunto pernah mengalami kejadian Swabakar karena lapisan atas Batubara tersebut terbakar. Maksudnya terbakar bukan apinya keluar, cuma hanya mengeluarkan asap. Sama seperti membakar tempurung sate yang hanya mengeluarkan asap karena adanya oksigen, kalau tempurung di kipas kan mengeluarkan asap. Pada intinya tidak ada persoalan dan korban pun tidak ada," tandasnya. (ton)