Menlu Sebut Wabah Covid-19 Belum Akan Selesai dalam Waktu Dekat

iklan halaman depan

Menlu Sebut Wabah Covid-19 Belum Akan Selesai dalam Waktu Dekat

Rabu, 20 Mei 2020

(Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi)

Jakarta, fajarsumbar.com - Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi memperkirakan, peperangan terhadap Covid-19 belum akan selesai dalam waktu dekat. 

Meskipun pada saat ini sejumlah negara-negara di Eropa sudah mulai mencatat penurunan kasus positif Covid-19 yang cukup signifikan, namun di sejumlah negara lain justru mencatatkan hal yang sebaliknya. 

"Beberapa wilayah yang lain menunjukkan peningkatan yang sangat mengkhawatirkan. Antara lain Rusia, Brasil, India, Arab Saudi, dan juga kawasan Afrika," kata Retno saat diskusi virtual bersama PBNU, Selasa (19/5/2020). 

"Ini menunjukkan bahwa Covid-19 masih belum akan selesai dalam waktu dekat," lanjut Retno. Baca juga: Tambah 19 Orang, Total 30 Tahanan Polresta Jayapura Positif Covid-19 Merujuk data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), virus corona telah menyebar di 215 negara dan wilayah teritori. 

Adapun jumlah warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 4.696.849 orang. Dari jumlah tersebut, 315.131 orang di antaranya telah dinyatakan meninggal dunia. Sementara, jumlah warga yang telah dinyatakan sembuh mencapai lebih dari 1.800.000 orang. 

Dari jumlah tersebut, 1,8 juta orang di antaranya telah dinyatakan sembuh dan lebih dari 311 ribu orang. "Melihat situasi saat ini, setiap negara harus memenangkan dua peperangan secara sekaligus. 

Peperangan pertama melawan virus itu sendiri, kedua, melawan kemunduran ekonomi yang disebabkan oleh virus itu," kata dia. Ia menambahkan, Covid-19 telah menjadi ancaman dalam mempertahankan kondisi perekonomian global. 

China yang pada kuartal pertama tahun lalu berhasil mencatat pertumbuhan 6,4 persen, pada periode yang sama tahun ini justru mengalami minus 6,8 persen. 

Kondisi serupa juga dialami Singapura yang tahun ini mengalami pertumbuhan ekonomi negatif 2,2 persen pada kuartal pertama. Padahal, tahun lalu pertumbuhan ekonomi mereka mencapai 1 persen. 

Adapun wilayah Uni Eropa yang tahun lalu mencatat pertumbuhan ekonomi 1,7 persen, pada kuartal pertama tahun ini justru mencatat pertumbuhan minus 2,7 persen. 

"Meski pun kita mengalami penurunan yang cukup tajam dalam konteks pertumbuhan ekonomi, namun kita masih melihat bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2020 masih lebih baik dibandingkan negara lain," kata dia. 

Pada kuartal pertama tahun ini, Indonesia masih berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi 2,97 persen. Jumlah ini memang turun cukup drastis bila dibandingkan kuarta pertama tahun lalu yang mencapai 5,06 persen sebagaimana dikutip pada kompas.com.

Retno pun memprediksi, pemulihan ekonomi akan menjadi tantangan yang berat untuk dihadapi oleh seluruh negara pada kuartal kedua tahun ini. "Dan most likely akan mengalami penurunan yang lebih tajam," ucapnya. (*)