Sawahlunto Kelabakan, Pasien Positif Covid-19 Asal Kota Solok Diketahui Pernah Tracking ke Kota Tambang -->

IKLAN-TANAH

iklan halaman depan

Sawahlunto Kelabakan, Pasien Positif Covid-19 Asal Kota Solok Diketahui Pernah Tracking ke Kota Tambang

Selasa, 19 Mei 2020
Adri Yusman

Sawahlunto, fajarsumbar.com - Pertahanan Kota Solok sebagai salah satu zona hijau dari penyebaran virus corona di Provinsi Sumatera Barat akhirnya harus jebol.

Hal itu terkait adanya salah satu warga asal Kelurahan Nan Balimo, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok, jenis kelamin laki-laki berusia 25 tahun terkonfirmasi positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Warga tersebut, diketahui bekerja sebagai kampaser (tukang kampas) dengan rute Kota Sawahlunto, Kabupaten Sijunjung dan Kabupaten Dharmasraya. Dari tiga daerah tersebut, diduga kuat warga tersebut terpapar dari Dharmasraya. Sebab, Kota Sawahlunto dan Kabupaten Sijunjung, hingga kini masih berstatus “zona hijau” sebagaimana dikutip dari laman kongkrit.com.

Menanggapi hal tersebut Sekretaris Gugus Tugas Kota Sawahlunto Adri Yusman mengatakan bahwa pihaknya sedang melakukan tracking terhadap riwayat perjalanan pasien tersebut dan kemana saja singgah di Kota Sawahlunto.

"Untuk memastikannya, tentu ke pasien tersebut kita melakukan tracking-nya. Dari informasi yang kami dapat sementara dari temannya yang di Talawi bahwa pasien tersebut tidak ada masuk ke Kota Sawahlunto. Tapi ada pula Informasi bahwa memang ada pasien tersebut drop barang ke Sawahlunto," ungkapnya kepada fajarsumbar.com.

Lebih lanjut, Adri Yusman mengatakan, pihaknya sedang membentuk tim untuk ditugaskan ke Kota Solok mencari langsung Informasi kepada pasien tersebut.

"Lebih bagus langsung ditanyakan ke pasien tersebut daripada Informasi-informasi yang belum jelas kebenarannya," sebutnya, Selasa (19/5/2020).

Ternyata, kata Adri, ada teman pasien di Kota Sawahlunto sebanyak dua orang dan telah dipanggil serta telah di karantina di gedung Balai Diklat Tambang Bawah Tanah (BDTBT) Sungai Durian.

"Kita mewajibkan mereka untuk Karantina, tadi menurut pengakuan seorang teman pasien tersebut bahwa tidak pernah melakukan kontak langsung dengan pasien positif Covid-19. Namun besok kita tetap melakukan tes Swab terhadap teman pasien," sambungnya.(ton)