Sawahlunto Laksanakan Tes Swab Massal Dalam PSBB Tahap Dua

iklan halaman depan

Sawahlunto Laksanakan Tes Swab Massal Dalam PSBB Tahap Dua

Jumat, 15 Mei 2020
Keterangan Pers Gugus Tugas Kota Sawahlunto dalam rangka pelaksanaan PSBB tahap dua.

Sawahlunto, fajarsumbar.com - Pemerintah Kota Sawahlunto gelar konferensi pers dalam rangka pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap dua di Kota Sawahlunto, Jumat (15/5/2020).

Dalam keterangan pers tersebut Walikota Sawahlunto Deri Asta SH menyampaikan sesuai dengan hasil rapat koordinasi dengan seluruh bupati dan walikota yang ada di Sumatera Barat bersama Gubernur beberapa waktu lalu, bahwa ada kesepakatan untuk melanjutkan PSBB tahap dua.

"PSBB ini akan dilaksanakan sampai tanggal 29 Mei 2020, ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Sumbar dan Sawahlunto khususnya. Karena waktu tersebut adalah waktu yang sangat rawan maka diambil kesepakatan waktu sampai 29 Mei. Karena kita akan menghadapi masa Idul Fitri," ungkapnya di balaikota.

Kemudian langkah-langkah yang dilakukan oleh pemerintah Kota Sawahlunto yaitu lebih mengetatkan perbatasan. Khusus untuk Sawahlunto dalam melaksanakan PSBB tahap dua, karena ini adalah langkah yang sangat baik saat ini. Oleh sebab itu, dilapangan pihaknya juga telah menambah dua posko diperbatasan Kabupaten Sijunjung dan Kabupaten Solok.

"Dulunya kita punya dua posko skala besar, sekarang kita punya empat posko dalam rangka pengetatan orang yang masuk ke Kota Sawahlunto," tuturnya.

Sedangkan untuk pasar, pihaknya juga mengetatkan pedagang-pedagang yang berasal dari luar Sawahlunto, khususnya pedagang yang bukan sembako dan bahan makanan memang tidak diperbolehkan untuk sementara waktu. 

"Tapi untuk bahan makanan dan sembako sesuai dengan PSBB memang tetap kita perbolehkan," sambungnya.

Sementara itu, pihaknya sudah melaksanakan tes Swab massal sesuai dengan himbauan dari gubernur, yang pertama dilakukan Swab kepada 55 orang petugas kesehatan, ODP, PDP yang ada di Sawahlunto dengan hasil negatif.

"Kemudian kita sudah melakukan pemeriksaan Swab tahap dua kepada petugas posko yang di sampel dan hasilnya belum keluar dan masih menunggu. Kita berharap hasilnya juga negatif", ucapnya.

Berdasarkan koordinasi dengan pihak provinsi karena Sawahlunto masih negatif dengan dua analisa. Negatif karena memang benar-benar atau kurangnya pengecekan maka akan dilaksanakan Swab massal sebanyak 500 orang dan dimulai besok (16/5/2020). 

"Yang akan di sampel petugas-petugas di lapangan termasuk pedagang di pasar dan termasuk pejabat atau anggota DPRD yang mau di Swab dipersilahkan untuk di sampel mewakili masyarakat," imbuhnya.

Dikatakannya, pada hari ini di beberapa masjid yang ada di Kota Sawahlunto telah melaksanakan shalat Jum'at berjamaah sesuai dengan maklumat Majelis Ulama Indonesia (MUI) sekaitan dengan pelaku shalat Jum'at, khusus di daerah yang dianggap aman. 

"Ini juga ditindaklanjuti dengan surat edaran gubernur Sumbar, khusus untuk daerah yang dianggap aman dan pengurus dari masjid tersebut yakin bisa melaksanakan sesuai standar Covid-19. Pemda tetap memantau masjid-masjid melaksanakan shalat Jum'at jika terjadi kekeliruan di lapangan maka akan di evaluasi untuk tidak melaksanakan untuk masa yang akan datang," kata Ketua Gugus Tugas Deri Asta SH.

Dan ini sudah di sosialisasikan dengan mengundang seluruh pengurus masjid yang ada di Sawahlunto dan menandatangani surat pernyataan yang diketahui oleh pengurus, sekretaris masjid dan kepala desa/kelurahan karena memang yang paling dekat untuk memantau pelaksanaan ibadah Jumat.

"Jadi untuk sementara, untuk hari ini baru  shalat Jum'at yang dilakukan. Untuk shalat lainnya belum direalisasikan sesuai surat edaran gubernur melihat situasi pelaksanaan hari ini," tandasnya. (ton)