Selama Covid-19, Wajah Objek Wisata Bukittinggi Terus Dipercantik -->

IKLAN-UT-TAYANG-16-NOVEMBER-2020

iklan halaman depan

Selama Covid-19, Wajah Objek Wisata Bukittinggi Terus Dipercantik

Rabu, 20 Mei 2020
Kabid Promosi Disparpora Bukittinggi Suzi Yanti.

Bukittinggi, fajarsumbar.com - Dinas Pariwisata dan Olah Raga ingatkan kepada, industri pariwisata saat Covid-19 ini, dipergunakan untuk merenovasi wajah hotel dan transportasi yang presentatif.

Hal ini disampaikan Kepala Pariwisata dan Olah Raga Bukittinggi Supadria melalui Kabid Promosi Suzi Yanti kepada fajarsumbar.com di ruangan kantor Pariwisata Belakang Balok, Selasa (19/5/2020).

Dinas Pariwisata telah melakukan koordinasi dengan PHRI, ASITA, HPI, Travel Agen dan biro perjalanan yang dilaksanakan pada 13 Mai 2020 bertempat di objek wisata Benteng Fort de kock.

‘Kita sebagai salah satu kota tujuan wisata di Indonesia, jelas sangat terpukul dengan wabah covid-19 ini”, tapi tidak boleh terlalu lama merenung, berdiam diri, pasrah mununggu waktu berakhirnya Covid-19.

Tapi sebagai industri pariwisata kesempatan ini justru dapat dipergunakan, merenovasi sarana dan parasarana hotel, menampilkan wajah baru dari sebelum covid-19. Begitu juga transportasi Bus Pariwisata juga dapat memperbaiki atau mempercantik penampilan busnya, sebab sekarang ini para wisatawan selalu minta bus baru yang cantik, ini sudah munjadi tren konsumen. 

Kepada travel agen dari sekarang sudah membuat paket-paket tours, yang bisa dijual ketouris manca negara maupun domestik, peket perjalan wisatanya sudah harus berubah dari paket sebelum virus corona, dan dari sekarang telah harus siap jangan covid-19 selesai “kita tidak ada perubahan” .

Begitu juga kesiapan personil Sopir, dan Guide yang menjadi ujung tombak keberhasilan suatu perjalan wisata. Pertama jelas penampilan, keramahan, dan penguasaan tentang paket yang dijalankan, yang tidak kalah penting sekali menguasai bahasa Inggris, ungkapmya.

Lebih lanjut kata Sizi Yanti, Bukittinggi mempunyai objek wisata yang berbayar dan tidak membayar. 

Seperti Taman Marga Satwa Kinantan (TMSBK). Kalau pengunjung nanti datang ke TMSBK setelah berakhirnya covid-19, akan berbeda penampilan dari sebelumnya, dulu orang melihat burung berada pada kandang yang kecil, tapi sekarang kandang burungnya besar dan membuat burung-burung bebas terbang.

Begitu juga objek wisata Jam Gadang iconnya Bukittinggi, kalau siang pengunjung berteduh di bawah rindangnya pohon sambil menikmati keindahan pemandangan Gunung Marapi dan Singgalang.

Begitu sore menjelang malam, pengunjung bergeser menikmati air mancor berjoget diiringi musik dan dipelataran Jam Gadang pengunjung juga disuguhi kesenian musik tradisional secara gratis.semua itu dilakukan Dinas Pariwisata untuk memanjakan wisatawan,ungkapnya.(gus)