Shalat Idul Fitri Diperbolehkan di Dharmasraya, Ini Aturan yang Diterapkan

iklan halaman depan

Shalat Idul Fitri Diperbolehkan di Dharmasraya, Ini Aturan yang Diterapkan

Sabtu, 23 Mei 2020
Ilustrasi.

Dharmasraya, fajarsumbar.com - Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat memperbolehkan umat muslim menyelenggarakan shalat Hari Raya Idul Fitri 1441 H di masjid, tapi ada aturan mainnya.

Hal itu terungkap hasil keputusan rapat antara Bupati Dharmasraya dengan Kapolres, Kemenag, MUI Kabupaten, Camat, Kapolsek, Danramil, KUA dan MUI Kecamatan, di Auditorium Kantor Bupati Dharmasraya, Jum'at, 22 Mei 2020, pelaksanaan Sholat Idul Fitri (ied) di Kabupaten Dharmasraya dibolehkan. Namun masyarakat harus mematuhi aturan yang sudah ditetapkan oleh Pemkab Dharmasraya.

Adapun aturan itu jamaah tidak boleh melaksanakan sholat di masjid atau musholla sepanjang lintas Sumatera dan juga tidak boleh di lapangan terbuka. Selanjutnya, pelaksanaan sholat ied tidak boleh dipusatkan di satu tempat, jika ada memiliki musholla kaum atau suku diperbolehkan melaksanakan sholat ied dengan tidak mengurangi aturan yang sudah ada.

Sholat ied dapat dilakukan di masjid dengan ketentuan yang sudah ditetapkan. Jamaah harus berwudhu di rumah masing-masing, dilarang membawa anak dibawah 10 tahun, bagi warga atau jamaah yang sedang demam atau flu tidak boleh mengikuti sholat id. Aturan yang lain adalah wajib memakai masker selama berada di dalam masjid, tidak boleh bersalaman dan setelah melaksanakan sholat ied di masjid, jamaah diharuskan mencuci semua pakaian yang dipakai setelah di rumah.

Selain aturan untuk warga atau jamaah, petugas dan pengurus masjid juga berada di dalam lingkaran aturan yang sudah ditetapkan.  Masjid harus memiliki panitia khusus untuk kebersihan masjid, pengurus harus menyemprotkan disinfektan  dan memastikan jama'ah adalah penduduk setempat.

Selain itu, penyediaan sabun juga harus sedia. Mengatur jarak aman, pelaksanaan sholat diatur dalam rentang waktu dimulai jam 07.00 - 08.00 Wib. Pembacaan khutbah tidak boleh berlebihan, singkat dan sederhana agar menghindari berlama-lama dalam keramaian. Penyediaan kotak amal hanya di depan pintu, tidak boleh menyalakan kipas angin dan AC, tidak boleh ada yang berjualan di lingkungan masjid dan terakhir penyediaan tempat parkir sesuai kebutuhan kendaraan.

Setiap masjid dan panitianya wajib menjalani aturan ini jika ingin melaksanakan shalat id, kegiatan ini berada dalam pengawasan dan pembinaan dari Camat, Kapolsek, Danramil dan Satpol PP Dharmasraya.

Aturan ini sudah disebarkan melalui media sosial Humas Kabupaten Dharmasraya dan di dalam suratnya ditetapkan oleh Sekdakab Dharmasraya, H. Adlisman. (Dsg)