Tiga Cluster Utama Penyebaran Covid-19 di Agam Sudah Terputus, JN dan AG Sembuh -->

IKLAN-TANAH

iklan halaman depan

Tiga Cluster Utama Penyebaran Covid-19 di Agam Sudah Terputus, JN dan AG Sembuh

Senin, 18 Mei 2020
.

Agam, fajarsumbar.com - Sebanyak 365 orang yang terkontak langsung dengan tiga cluster utama  positf Covid-19  Agam atas pertolongan Allah telah berhasil dituntaskan. 

Hal ini, melalui traccing yang dilakukan pada 6 Kecamatan di Agam, yaitu  Baso, Kamang Magek, Tilatang Kamang, IV Angkek, Canduang, Lubuk Basung. 

"Seluruhnya sudah diswab dan diperiksa di laboratorium UNAND. Sejalan dengan deng terhadap mereka diberlakukan isolasi baik secara mandiri maupun di tempatkan di BPSDM Baso menjelang hasil swab diketahui," ujar Bupati Agam Indra Catri kepada fajarsumbar.com, Senin (18/5/2020).

Disebutkan, ke tiga Cluster utama tersebut, terdiri dari: (1) Cluster “J”  sebanyak 13 orang: 1 orang dinyatakan positif dan 12 orang dinyatakan negatif. (2) Cluster “AG” sebanyak 168 orang: 8 orang dinyatakan positif dan 156 dinyatakan negatif.
(3) Cluster “WN” sebanyak  184 orang: 2 orang dinyatakan  positif  dan 182  dinyatakan negative.

Selain tiga cluster tersebu juga terdapat 2 orang OTG positif lainnya  yaitu  RI, pelaku perjalanan dari Jakarta  dan RD  karyawan RSAM Bukittinggi. 

Total OTG/ODP positif di Kabupaten Agam sampai saat ini tercatat sebanyak 17 orang. Dua orang sudah sembuh atau dinyatakan negatif dan sudah dibolehkan pulang ke rumahnya.

Selebihnya 2 orang di isolasi di RSAM Bukittinggi dan 13 orang diisolasi di BPSDM Padang Besi, Padang.

Menurutnya, dalam rapat evaluasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Agam yang dipimpin langsung oleh Bupati Agam Dr Indra Catri selaku Ketua Gugus Pelaksana, minggu malam, 17/5/2020.

Betapa  pentingnya kesiap siagaan seluruh unsur  pendukung pelaksanaan tugas penanganan covid 19 di Agam. 

Walaupun dihadapkan dengan kejadian yang sesungguhnya  tetap saja ada yang dirasakan kurang. Dari pengalaman tersebut  Indra Catri  menekankan kepada seluruh anggota Gugus Tugas, agar  selalu berkoordinasi dengan seluruh pihak  terkait dan memastikan sarana pendukung kerja dilapangan tersedia dengan cukup.  

“Untuk itu, dia akan terus mencek serta melakukan uji coba kesiapan petugas  di lapangan,“  tukasnya. 

Perhatian lebih nampaknya perlu diberikan kepada petugas kesehatan agar bisa bekerja sesuai Protap agar tidak terpapar pada saat menangani pasien yang terpapar.     

"Kita sangat risau melihat fakta banyaknya Petugas Kesehatan Puskesmas yang terpapar positif dalam  melaksanakan tugasnya," sebut Indra Catri 

Bupati Agam menyampaikan rasa syukur atas kesembuhan JN dan AG sekaligus mengucapkan selamat dan berharap agar pengalaman yang didapat disampaikan kepada seluruh anak kemenakan, sanak keluarga, dan handai tolan lainnya. 

Apalagi hari raya semakin dekat, dikawatirkan kemungkinan terjadinya transmisi lokal akan semakin tinggi. "Marilah kita rayakan Lebaran tahun ini sambil berdo’a kepada Allah SWT, agar bencana Covid 19 ini cepat berakhir.  Mari kita saling menahan diri. Nan Sakali kini ba hari rayo tanpa jalang manjalang,  cukup di rumah sajo, jan lupo pakai masker,”  imbau Indra Catri mengakiri

Menyikapi hal itu, Ketua Harian GTP2 Covid Agam  M.Dt. Maruhun menghimbau seluruh pihak terkait dalam penanganan Covid-19 agar semakin meningkatkan pemantauan dan pengawasan  terhadap pendatang  dan perantau  yang  pulang kampung. 

Kepada seluruh masyarakat diharapkan tetap  disiplin dengan mematuhi protokol covid 19 yang sudah dibuat oleh Pemerintah.

Terkait hal tersebut AG,  dan  JN  yang sudah dinyatakan negatif Covid-19 berharap kepada seluruh masyarakat agar lebih mengindahkan imbauan pemerintah dan para ulama. 

Mereka mengakui, pada dasarnya beliau terpapar Covid 19 karena kurang disiplin dalam mengendalikan diri agar tidak ke luar rumah dan mengunjungi keramaian. 

"Ke depan marilah kita saling menjaga, saling membantu, saling melindungi diri secara bersama-sama agar keluarga, sanak saudara, dan orang disekeliling kita tidak terpapar corona seperti yang pernah kami alami," tambahnya.

Dia harapkan agar tidak ada lagi warga Agam yang terdampak seperti ini. Walaupun selama dirawat mendapatkan pelayanan yang sangat baik, namun perasaan tetap tidak enak apalagi jauh dari sanak  saudara dan tidak boleh ditemani.

"Sekiranya Allah SWT memanggil  kami  selama dirawat di kemarin maka pertemuan kami terakhir dengan sanak keluarga  adalah disaat mereka melepas kami dirumah  sewaktu mau ke  RSAM," ujarnya.

Pada bagian lain beliau-beliau itu secara terpisah juga mengucapkan terim kasih yang sebesar besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Agam  kepada  Bupati Agam Nyiak Dt.Malako Nan Putiah atas kecepatan beliau menangani. (roni dz)