KPU Agam Peroleh Rp2,2 Miliar untuk Beli APD

STIE-AKBP-30 JUNI

iklan halaman depan



KPU Agam Peroleh Rp2,2 Miliar untuk Beli APD

Selasa, 30 Juni 2020
Ketua KPU Agam Riko Antoni ketika ditemui disela rapat evaluasi mingguan di kantor KPU Agam.

Lubukbasung, fajarsumbar.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia mengucurkan Rp2,2 milliar bantuan untuk KPU Kabupaten Agam.

Dana tersebut untuk membeli alat pelindung diri (APD) bagi petugas verifikator dan pemutakhiran data pemilih, pada Pilkada 9 Desember 2020 mendatang.

Ketua KPU Kabupaten Agam, Riko Antoni ketika ditemui fajarsumbar.com di Lubuk Basung, Selasa (30/06/2020) mengatakan, dana Rp2,2 milliar itu akan digunakan untuk membeli APD bagi petugas tahapan verifikasi faktual dukungan calon perseorangan dan pemutakhiran data pemilih.

Alat berupa masker, pelindung wajah, sarung tangan, tisu, tempat cuci tangan, pemeriksa suhu tubuh, perlengkapan mencuci, disinfektan, alat penyemprot disinfektan dan lainnya. Peralatan itu sangat diperlukan dalam kondisi pandemi Covid-19 sekarang ini.

"Karena untuk pengadaan merupakan KPU kabupaten dan Kota, kami telah belikan APD, dimana sumber dananya berasal dari APBN 2020," katanya.

Ia mengatakan, untuk APD itu telah didistribusikan ke Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan petugas verifikasi faktual dukungan bakal calon perseorangan.

Khusus untuk PPS tambahnya, alat pelindung diri yang diserahkan berupa masker, pelindung wajah, thermo gun sarung tangan, tisu, tempat cuci tangan, perlengkapan mencuci, desinfektan, alat penyemprot desinfektan dan lainnya.

Sedangkan untuk 382 petugas verifikator diberikan APD berupa masker, pelindung wajah, sarung tangan dan tisu.

Sedangkan Untuk 1.600 petugas pemutakhiran data pemilih belum diserahkan, karena pemutakhiran data bakal dilakukan pada 15 Juli sampai 14 Agustus 2020," katanya.

Alat pelindung diri itu sangat dibutuhkan saat Pilkada dalam mengantisipasi penyebaran wabah COVID-19.

Ini mengingat virus tersebut sulit untuk diidentifikasi dan butuh alat pelindung diri itu.

"Pelaksanaan Pilkada menggunakan protokol kesehatan Covid-19," katanya. (Yanto)