Sungai Bulantiak Mengamuk 120 KK Terancam, Puluhan Hektare Sawah Porak-poranda Disapu Banjir

STIE-AKBP-30 JUNI

iklan halaman depan



Sungai Bulantiak Mengamuk 120 KK Terancam, Puluhan Hektare Sawah Porak-poranda Disapu Banjir

Selasa, 30 Juni 2020
Kadis Sosial dan Kepala.DPPKAD, camat, wali nagari, saat berada di lokasi banjir Kapau Alam Pauh Duo.

Solsel, fajarsumbar.com - Sejumlah anak sungai di Jorong Bulantiak, Nagari Kapau Alam Pauh Duo, Kecamatan Pauh Duo, Solok Selatan, Sumatera Barat mengamuk, Senin (29/6) tengah malam.

Akibatnya dua rumah warga hanyut, puluhan hektare sawah warga porak-poranda. Kerugian sementara ditaksir Rp1 miliar lebih.

Selain menghanyutkan rumah warga, sabo dam Bangko Gadang yang dibangun sejak dua tahun lalu tak luput dari amukan air, sehingga sabo dam yang baru satu bulan dibersihkan pihak BPBD Solok Selatan, kini tersumbat lagi.

Mendapatkan informasi dari pihak nagari dan kecamatan. Sekda Solok Selatan bersama Ass II, Kadis Sosial, BPBD langsung turun ke lokasi melihat secara dekat bencana yang terjadi dimalam itu.

Setelah dilakukan peninjuan Sekda dan Dinsos langsung menyerahkan bantuan sembako, kepada warga yang ditimpa musibah.

Wali Nagari Kapau Alam Pauh Duo Ferry Eka Satria mengatakan, musibah ini datang sesaat dan tidak ada tanda tanda akan ada bencana, hanya hujan rinai. 

Namun setelah habis Isya terdengar suara gemuruh warga berhamburan keluar rumah dan ternyata sungai Batang Bulantiak sudah meluap dan airnya sangat keruh, deras serta mengeluarkan bau amis.

Semua warga yang ada di pinggiran sungai terpaksa diungsikan saat itu juga, tidak berselang lama rumah milik Syawal sudah berdetak dan langsung terjun kesungai disusul rumah Helmi juga dibawa arus.

Selaian menghanyutkan rumah, ratusan hektare sawah di kiri kanan sungai porak-poranda diterjang banjir. "Pihak kami sangat berharap adanya bantuan segera dari pemerintah," tambahnya.

Bantuan itu berupa normalisasi sungai yang sudah menyempit dan dangkal, tidak tersedianya tanggul pengamanan sungai Batang Bulantiak yang memadai.

Dari hasil hitungan sementara ada sedikitnya 120 KK yang berada di lokasi bantaran sungai tersebut dan mereka juga susah untuk dipindahkan, kerugian diperkirakan Rp1 miliar.

Kepala BPBD Solok Selatam Richi Amran mengatakan, pihaknya sudah turun ke lokasi dan sedang melakukan pendataan berapa kerugian yang ditimbulkan akibat bencana itu.

"Kami juga sangat butuh data dan informasi pihak nagari, setelah data diperoleh baru bantuan akan disalurkan, dan pekerjaan perbaikan sesuai data yang diterima," tambahnya. (Abg)