Ada Protokol Kesehatan Covid 19, Kemenag Buka Peluang Biaya Umrah Naik -->

IKLAN-TANAH

iklan halaman depan

Ada Protokol Kesehatan Covid 19, Kemenag Buka Peluang Biaya Umrah Naik

Minggu, 26 Juli 2020


(ilustrasi ibadah umrah)
Jakarta, fajarsumbar.com - Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus, Kementerian Agama, Arfi Hatim menyatakan pihaknya membuka kemungkinan penambahan biaya perjalanan ibadah umrah bagi jemaah yang tertunda keberangkatannya karena Covid-19.

Sebelumnya, Arab Saudi menangguhkan penyelenggaraan ibadah umrah akibat pandemi Virus Corona (Covid-19) pada Februari.

"Rapat juga membahas kemungkinan adanya penambahan biaya perjalanan ibadah umrah bagi jemaah yang tertunda keberangkatannya," kata Arfi dalam keterangan resminya di situs Kementerian Agama RI, Jumat (24/7/2020).

Meski demikian, dia tak menyebutkan nominal tambahan biaya tersebut. Ia hanya menjelaskan potensi penambahan itu karena disebabkan kenaikan pajak di Arab Saudi termasuk kebijakan penerapan protokol kesehatan.

"Baik saat keberangkatan dari Tanah Air maupun saat di Tanah Suci," kata Arfi.

Selain itu, ia menyatakan Kemenag dan Kesatuan Tour Travel Haji Umrah Republik Indonesia (Kesthuri) menyepakati untuk memprioritaskan keberangkatan jemaah umrah yang tertunda keberangkatannya sejak Februari 2020.

Nantinya, prioritas ini dipersiapkan jika Pemerintah Arab Saudi kembali membuka penyelenggaraan ibadah umrah.
Arfi juga meminta Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk mulai menyusun rencana keberangkatan jemaah umrah tertunda.

Meski demikian, katanya, rencana tersebut tidak perlu mencantumkan tanggal keberangkatan dan harga paket layanan terlebih dahulu. Sebab, kepastian keberangkatan masih harus menunggu kebijakan Saudi.

"Hasil pemantauan di lapangan, saat ini ada beberapa PPIU yang sudah menawarkan tanggal keberangkatan dan mencantumkan harga paket umrah. Itu sebaiknya tidak dilakukan dulu. Kita masih menunggu kebijakan Saudi kapan akan membuka penyelenggaraan ibadah umrahnya," kata dia.

Tak hanya itu, Kemenag dan pihak Kesthuri juga menyepakati agar pihak maskapai Garuda Indonesia dan Saudi Arabian Airlines tidak mempersulit proses pengembalian maupun penjadwalan ulang tiket jemaah umrah yang tertunda keberangkatannya.

Mereka juga meminta kedua maskapai tersebut tetap menunggu kebijakan dari Saudi untuk kepastian keberangkatan sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.

"Kami hanya mempersiapkan jadwal keberangkatan. Namun kepastian penerbangan masih menunggu kebijakan pemerintah Arab Saudi," kata GSA Saudi Arabian Airlines Andi Bermawi. (*)