Alasan Flu Babi G4 Berpotensi Jadi Pandemi

STIE-AKBP-30 JUNI

iklan halaman depan



Alasan Flu Babi G4 Berpotensi Jadi Pandemi

Rabu, 01 Juli 2020

(ilustrasi)

Jakarta, fajarsumbar.com - Peneliti China menemukan virus flu babi baru tipe Genotip 4 (G4). Flu babi G4 merupakan turunan dari flu babi H1N1 atau flu babi H1N1 Genotip 1 (G1).  

Flu babi G4 ini dinilai berpotensi menjadi pandemi. Terdapat sejumlah alasan virus flu babi G4 bisa berkembang menjadi pandemi.

Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Proceedings of the National Academic of Science (PNAS), flu babi G4 dikabarkan telah menyebar di tengah populasi babi di China.

Berikut 7 alasan virus flu babi bisa menjadi pandemi.
1. Flu babi G4 semakin menyebar di babi
Flu babi G4 merupakan hasil mutasi dari varian H1N1 genotip 1 yang umum pada 2011-2013 lalu. Peneliti menemukan, virus ini sudah menginfeksi populasi babi di China sejak 2014.

2. Flu babi G4 bisa berikatan dengan reseptor yang mirip dengan manusia
Dikutip dari Forbes, dalam uji laboratorium, peneliti menemukan bahwa flu babi G4 dapat berikatan dengan reseptor SAα2,6Gal yang mirip dengan reseptor yang ada pada manusia. Reseptor itu mirip dengan reseptor yang melapisi saluran pernapasan manusia. Virus yang terikat di reseptor itu dapat menginfeksi seluruh tubuh.

3. Flu babi G4 bisa mengikat jaringan kerongkongan manusia
Pada serangkaian percobaan, peneliti mendapati virus dapat menempel pada sel manusia bahkan pada sel yang melapisi trakea atau kerongkongan. Trakea menghubungkan banyak organ penting termasuk paru-paru. Artinya virus juga dapat menyebar ke paru-paru, organ penting untuk pernapasan.

4. Flu babi G4 bisa menginfeksi sel epitel saluran napas
Sejumlah percobaan menunjukkan, virus flu babi G4 dapat menginfeksi sel-sel epitel yang melapisi bronkus dan alveoli. Virus dapat mereproduksi diri dengan cepat di dalam sel-sel ini.

5. Dapat menyebar melalui tetesan pernapasan atau kontak langsung
Eksperimen pada musang mendapati virus dapat menyebar melalui tetesen pernapasan atau droplet dari bersin dan batuk. Begitu pula dengan kontak langsung.

6. Tidak ampuh dengan vaksin flu
Peneliti mendapati virus ini tidak bisa diatasi dengan vaksin flu yang ada saat ini. Oleh karena itu, perlu vaksin baru untuk mencegah penyebaran flu babi G4.

7. Sudah menginfeksi manusia dan lebih menular
Pada pengumpulan sampel 2016-2018, menunjukkan sejumlah orang yang beraktivitas dekat dengan babi sudah terinfeksi virus ini. Jumlahnya lebih tinggi dibandingkan varian G1 sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.

Meski terdapat sejumlah alasan, masih belum dapat dipastikan virus flu babi G4 benar-benar dapat berkembang menjadi pandemi seperti Covid-19 atau tidak. Penelitian lebih lanjut masih diperlukan terkait flu babi G4. (*)