Andre Rosiade Bawa Angin Segar buat Kadin Kota Sawahlunto -->

IKLAN ATAS

iklan FEED halaman depan

Andre Rosiade Bawa Angin Segar buat Kadin Kota Sawahlunto

Minggu, 26 Juli 2020
Ketua DPC Gerindra Sawahlunto Defrizal, Andre Rosiade, Alkautsar Akbar dan Muryanto foto bersama.

Sawahlunto, fajarsumbar.com Ketua Kadin Indonesia Kota Sawahlunto Alkautsar Akbar mengatakan, perekonomian di Kota Sawahlunto sulit untuk di kembangkan karena tersangkut oleh status tanah PTBA.

Ada masyarakat pelaku usaha yang membangun rumah tidak ada nilai karena hanya memiliki hak pakai dari status tanah PTBA selama puluhan tahun.

"Saya mohon kepada Pak Andre, kasihan kita terhadap masyarakat karena tidak ada titik terangnya. Mengadu pun kepada DPRD Kota Sawahlunto tidak ada jalan keluarnya. Rumah-rumah dan aset PTBA telah di huni oleh masyarakat, bahkan tanah kosong pun sudah dibangun oleh masyarakat," ungkapnya saat Reses Komisi VI anggota DPR RI Andre Rosiade dari Fraksi Partai Gerindra ke Sawahlunto di kantor Kerapatan Adat Nagari (KAN) Silungkang, Sabtu (25/7/2020).

Alkautsar Akbar yang biasa disapa Lawang ini mengatakan, tanah ulayat tidak, dikatakan milik pun masyarakat tidak, tapi dikuasi oleh PTBA.

Menurutnya, supaya ekonomi berkembang di Kota Sawahlunto, mudah-mudahan PTBA bisa lelang ke masyarakat atau bagaimana caranya nanti agar bisa mengembangkan usaha masyarakat.

"Mudah-mudahan dengan mediasi Pak Andre, masyarakat bisa memiliki status tanah yang di kuasai oleh PTBA," sambungnya.

Seterusnya, kata Lawang, di Sawahlunto ada dua BUMN, PTBA dan PLTU. Keluhan dari rekan-rekan baik dari jasa kontruksi, jasa pengadaan barang, setiap pihaknya akses ke PLTU dan PTBA, apapun pekerjaannya yang masuk itu adalah orang dari luar daerah.

Menanggapi hal tersebut, Andre Rosiade menyampaikan pihaknya terus berupaya untuk mengembalikan status tanah tersebut ke pemerintah Kota Sawahlunto secara bertahap. 

"Nanti akan kami fasilitasi, kami maksimal semampunya dan kami usahakan untuk memperjuangkannya," sebutnya.

Sementara itu terkait tender, memang kini dengan era persaingan yang begitu berat, memang banyak BUMN-BUMN itu yang melakukan tender terpusat karena mereka ingin efesiensi dan harganya satu serta murah.

Nah, kata Andre, hal ini sudah kami sampaikan dan memang tidak enak mengkaji hal itu. Yang penting pihaknya sudah mengingatkan kepada BUMN-BUMN yang ada.

"Nanti hal ini akan kami coba komunikasikan kembali, InsyaAllah tetap akan kita perjuangkan," tandasnya. (ton)


adsense