Bupati, Maklumat Kapolri Dicabut. Bukan Berarti Masyarakat Bebas Berkerumun

STIE-AKBP-30 JUNI

iklan halaman depan



Bupati, Maklumat Kapolri Dicabut. Bukan Berarti Masyarakat Bebas Berkerumun

Rabu, 01 Juli 2020
.

Pati, fajarsumbar.com - Bupati Pati Haryanto bersama jajaran Forkopimda mengikuti rangkaian acara peringatan Hari Bhayangkara Ke-74 di Mapolres Pati,  Rabu (1/7/2020).

Rangkaian acara dimulai dengan mengikuti upacara secara virtual yang dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo. Bupati Haryanto beserta Kapolres Pati AKBP Arie Prasetya Syafaat, Komandan Kodim 0718/Pati Letkol Czi Adi Ilham Zamani SE, M.I.Pol dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Pati mengikuti upacara tersebut dari ruang operasi Mapolres Pati.

Setelah upacara, acara dilanjutkan dengan tasyakuran HUT ke-74 Bhayangkara di Gedung Mantap Brata.
Dalam sambutannya, Bupati Pati Haryanto mengatakan, ini adalah kali pertama upacara peringatan Hari Bhayangkara dilaksanakan secara virtual. Namun, menurutnya, hal ini tidak mengurangi rasa khidmat.
“Mewakili masyarakat Pati dan Forkopimda, saya mengucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke-74. Semoga Polri selalu melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat dengan baik,” ucap dia.

Pada kesempatan tersebut, Haryanto juga membahas mengenai pencabutan Maklumat Kapolri tentang Kepatuhan terhadap Kebijakan Pemerintah dalam Penanganan Penyebaran Covid-19. Sebagaimana diketahui, maklumat yang telah dicabut tersebut antara lain berisi tentang larangan berkumpul.

Ia mengatakan, sekalipun maklumat tersebut telah dicabut oleh Kapolri, bukan berarti masyarakat telah sepenuhnya bebas. Sebab, pencabutan maklumat tersebut diarahkan menuju tatanan new normal.

Terbukti, di lingkungan Polri sendiri peringatan Hari Bhayangkara masih dilakukan dengan pembatasan-pembatasan khusus. Upacara pun tidak digelar terbuka, melainkan virtual. Karena itu, Haryanto mewanti-wanti masyarakat agar tetap waspada sembari menyesuaikan diri menuju era new normal.
“Terkait hal ini (new normal) sudah saya keluarkan surat edaran. Nantinya akan ditindaklanjuti dengan Perbup. Akan kami bentuk tim penertiban masyarakat terkait kepatuhan pada protokol kesehatan,” jelas dia.

Ia menegaskan, kehati-hatian dan antisipasi terkait penularan virus corona tidak boleh ditinggalkan. Sebab, virus ini terbukti telah memakan korban dari berbagai kalangan.

Terkait tema Hari Bhayangkara kali ini, yakni “Kamtibmas Kondusif, Masyarakat Semakin Produktif”, ia menuturkan bahwa tema ini juga sesuai dengan keadaan new normal.
“Di saat ini, sembari mencegah perkembangan Covid, kita sekaligus memulihkan perekonomian secara bertahap,” ujar dia.

Terkait perekonomian, ia menyebut, masyarakat Pati 60-70 persennya mencari nafkah di sektor pertanian. Saat ini, hampir di seluruh wilayah Pati sedang musim panen raya. Karena itu perekonomian relatif aman.

Namun, ia menyadari, di sisi lain masih ada pekerja di sektor lain yang belum pulih, di antaranya pekerja seni.
“Saat ini pelaku seni mempertanyakan kapan bisa pentas. Terkait ini kita masih harus berhati-hati. Sebab, kalau diadakan panggung terbuka dengan jumlah massa besar, dikhawatirkan muncul klaster penularan baru,” ungkap Haryanto.(po1/PO/MK)