Dr. Marjoni Imamora Dilantik jadi Rektor IAIN Batusangkar -->

IKLAN-TANAH

iklan halaman depan

Dr. Marjoni Imamora Dilantik jadi Rektor IAIN Batusangkar

Minggu, 26 Juli 2020
Menteri Agama Fachrul Razi melantik Rektor IAIN Batusangkar Dr. Marjoni Imamora.

Tanah Datar, fajarsumbar.comSetelah melalui berbagai tahapan seleksi cukup panjang dan selektif akhirnya, Menteri Agama Fachrul Razi melantik Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar Dr. Marjoni Imamora, M.Sc periode 2020-2024, Kamis (23/07), dan Senin (27/7) mulai melaksanakan tugas baru sebagai Rektor IAIN Batusangkar. 

Menag menegaskan, pimpinan perguruan tinggi yang baru dilantik dipilih bukan karena kenal dengan Menteri Agama ataupun Wakil Menteri Agama. Ia dipilih karena panitia seleksi menilai layak, mereka tidak berhutang pada siapapun dan organisiasi manapun.

"Laksanakan tugas dengan baik, dan mengemban amanah sebaik-baiknya. Seleksi pimpinan PTKN bebas dari intervensi dan gratifikasi, Saya percaya bahwa saudara akan melaksanakan tugas sebaik-baiknya sesuai tanggungjawab yang diberikan. Semoga Allah SWT bersama kita," pesan Menag. 

Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan rektor IAIN Batusangkar berlangsung dengan menerapkan protokol Covid-19, Pelantikan tersebut dihadiri oleh Kepala Biro AUAK dan Humas IAIN Batusangkar.

Dr. Marjoni Imamora dilantik Menag sebagai Rektor kedua IAIN Batusangkar, yang mengantikan Dr. H. Kasmuri, MA, setelah IAIN Batusangkar beralih status dari STAIN Batusangkar menjadi IAIN Batusangkar. Sebelumnya Marjoni Imamora menduduki jabatan Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum Perencanaan dan Keuangan.

Dr. H. Kasmuri, MA meyampaikan selamat atas dilantikannya Marjoni Imamora sebagai Rektor IAIN Batusangkar periode 2020-2024, ini adalah amanah dari Allah SWT untuk dijalankan dan diamanahkan sebaik-baiknya, semoga IAIN Batusangkar lebih baik kedepannya.

Tentu tugas Rektor terpilih ini tidaklah ringan sebab IAIN Batusangkar harus selalu mengembangkan diri serta meningkatkan SDM nya kedepan. Saat ini sudah ada 52 orang dosen yang bergelar Doktor dan baru 1 orang yg bergelar Profesor atau guru besar. Program studi yang terakreditasi A baru 7 prodi dari 31 program studi yang ada. Perubahan status IAIN menjadi UIN tentu menjadi perioritas nomor satu, karena mengigat jumlah mahasiswa semakin banyak dan tuntutan pasar juga semakin tinggi terhadap IAIN Batusangkar. 

"Sebelumnya ada lima calon Rektor IAIN Batusangkar terbaik yang mencalonkan diri sebagai Rektor, Dr. Marjoni Imamora yang terpilih dari yang terbaik yang dimiliki oleh IAIN Batusangkar," pungkas Kasmuri. (freddy)