Jika Sukses Pengerjaan Revitalisasi Rumah Gadang, Presiden Bakal Berkunjung ke Solsel -->

IKLAN-TANAH

iklan halaman depan

Jika Sukses Pengerjaan Revitalisasi Rumah Gadang, Presiden Bakal Berkunjung ke Solsel

Minggu, 26 Juli 2020
Yori Antar, arsitek kepercayaan Mentri PUPR saat diwawancarai awak media di kawasan Seribu Rumah Gadang, Minggu (26/7/2020).

Solsel, Fajarsumbar.com - Pengerjaan revitalisasi  rumah gadang (rumah adat) di kawasan Seribu Rumah Gadang, Nagari Koto Baru, Kecamatan Sungai Pagu, Kabupaten Solok Selatan, (Sumbar) lamban.

Sementara waktu pekerjaannya tinggal lebih kurang empat bulan lagi, bahkan sejak dimulainya revitalisasi ini sejak pertengahan Nopember 2019 lalu itu banyak menuai permasalahan di lapangan.

Mendapatkan informasi tidak beresnya pelaksanaan revitalisasi sebanyak 33 unit rumah gadang (rumah adat) di kawasan Seribu Rumah Gadang, Nagari Koto Baru itu, mendapat perhatian serius dari seorang kepercayaan Kementerian PUPR.

Seorang kepercayaan kementrian itu adalah Yori Antar. Dia adalah orang yang membawa bantuan revitalisasi rumah gadang itu ke Solok Selatan, berkat lobi Yori Antar pada Presiden RI Jokowi Dodo melalui Kementrian PUPR, akhirnya Yori Antar berjasil menggondol puluhan milyar untuk kawasan Seribu Rumah Gadang, dan Dia tidak mau proyek nasional ini hancur.

Sejumlah awak media mencoba menggali informasi kepada pria pemilik rambut panjang itu, dengan pembicaraan yang panjang awak media.

Mas Yori Antar, Arsitek kepercayaan Menteri PUPR itu mengatakan. Nagari Koto Baru ini bisa menjadi trending sebagai desa wisata, dan ia dan pada saat itu seorang arsitek juga selebritis juga seniman panggung. 

"Kita memikirkan bagaimana kawasan Rumah Gadang ini bisa diribranding diperkenalkan sebagai desa wisata karena beberapa Rumah Gadang di sini sudah berfungsi sebagai home stay," ujarnya kepada fajarsumbar.com, Minggu (26/7/2020).

Saya sudah mendengar informasi informasi terkait masalah pekerjaan revitalisasi dari sejumlah media lokal maupun nasional. "Saya akui proyek ini sejak awal sudah bermasalah," terangnya.

Setiap pekerjaan atau proyek proyek b esar sering memuai permasalahan, apalahi pekerjaan sebuaj rumah adat, revitalisasi rumah adat ini harus ada ahlinya atau tukang tuo.

Dari hasil pantaun dia ke lokasi pekerjaan, memang banyak pekerjaan yang di luar spek, seperti bahan kayu yang tidak sesuai dengan spek. Pemasangan batu candi tidak sesuai dengan rencana awal, terkait dengan pemasangan batu candi itu, awal mula dikasih rumput dan itu harus direhap kembali dengan menukar rumput dengan semen.

Kemudian terkait masalah bahan kayu yang tidak sesuai dengan perjanjian awal, namun hal ini bisa dicarikan solusinya seperti persamaan kayu, karena saat ini memang kayu untuk rumah gadang ini sangat sulit didapat.

Salah satu jalan keluarnya adalah meminta persetujuan dan tanda tangan dari pemilik rumah untuk pemakaian dan persamaan kayu, pada intinya masyarakat SRG tidak akan dirugikan.

"Jika revitalisasi Rumah Gadang ini selesai sesuai rencana dan bisa dijadikan home stay, yang beruntung siapa, tentu masyarakat,"tegasnya.

Semua pihak tidak menginginkan proyek besar ini gagal. "Kita sudah berdarah darah untuk mendapatkan ini, jangan disia siakan," harap Mas Yori.

Mas Yori yang mirip dengan artis Indro Warkop itu mengatakan, proyek ini merupakan program nasional Presiden RI Jokowi Dodo, ini didapatkan saat peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Sumbar tahun 2017 lalu melalui Mentri PURP Bapak Basuki.

Oleh karena Presiden Jokowi Dodo pernah berpetualang mendaki Gunung Kerinci lewat Solok Selatan di situ beliau merasa Solok Selatan ini di hati beliau," ungkap Yori.

Lahirlah sebuah program Presiden itu dengan program Nawacita presiden mencari-cari supaya nawacita itu bisa dihadirkan. Negara harus hadir bukan slokgan.

"Jika masyarakat kawasan Seribu Rumah Gadang (SRG) senang, berkemungkinan Bapak Presiden akan berkunjung ke Solok Selatan di kawasan SRG, karena beliau sangat tertarik dengan kawasan Seribu Rumah Gadang," ucapnya.

"Bagaimana Solok Selatan ini di-branding sebagai daerah wisata. Bagaimana rumah gadang itu menjadi home stay, jangan diberi izin investor untuk  bangun hotel, bangun retorasi rumah gadang bikin home stay, hal ini sudah disampaikan kepada Bupati Solok Selatan," ajaknya.

Banyak daerah di Sumbar meminta sebagai sukses story, selesaikan dulu di Solok Selatan ini baru ketempat lain" Sebelumnya yayasan ini sudah banyak lebih 600 unit meretorasi rumah rumah adat mulai dari Aceh hingga Papua, ada tahap dua akan lebih bagus lagi, tergantung adanya sukses story dulu.

Diakui mengalami keterlambatan di daerah revitalisasi tidak semua lahannya clear and klin, pihak PU tidak akan mengerjakan apabila lahannya bermasalah.
Kalau belum clear and klin dananya bisa hilang, namun saya tidak mau dana itu hilang.

"Saya bangga disaat turun ke lapangan melihat kondisi pekerjaan, masyarakat sudah mulai lega dan senang buktinya masyarakatnya bergotong royong membersihkan bahkan membuat ukiran untuk rumahnya gadangnya sendiri," tutupnya. (Abg)