Karyawan PTBA Positif Covid-19, Sawahlunto Kembali ke Zona Merah -->

Mgid Bawah Bapenda

Karyawan PTBA Positif Covid-19, Sawahlunto Kembali ke Zona Merah

Selasa, 28 Juli 2020
Tim Gugus Tugas Kota Sawahlunto menjemput pasien positif Covid-19, Senin (27/7/2020) malam.

Sawahlunto, fajarsumbar.com - Kota Sawahlunto kembali ke zona merah, hal ini seiring ditemukannya seorang pasien laki-laki positif Covid-19 warga Tangsi Baru, Kelurahan Tanah Lapang, Kecamatan Lembah Segar, Kota Sawahlunto, Senin (27/7/2020).

Laki-laki berinisial S (55) karyawan PTBA yang baru datang dari Kalimantan sekitar seminggu yang lalu untuk cuti pulang kampung. 

Hal ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Gugus Tugas Kota Sawahlunto Adri Yusman kepada fajarsumbar.com, Senin (27/7/2020) malam. Diakui bahwa standar operasional prosedur (SOP) Covid-19 telah mulai terabaikan.

"Seharusnya pasien tersebut melaporkan diri. Makanya kita tegaskan kembali, ada desa yang menerapkan dan ada pula desa/kelurahan yang tidak menerapkan prosedur protokoler kesehatan. Padahal di era new normal ini, itulah yang harus kita tekankan. Bukan berarti kita longgar," ungkapnya saat di konfirmasi.

Dikatakannya, siapapun yang masuk ke Sawahlunto dari zona merah, wajib melaporkan diri ke desa atau kelurahan. Tetap SOP-nya diterapkan, bukannya malah longgar.

"Tadi juga saya cek di beberapa desa dan kelurahan, mohon di cek kembali siapa saja yang masuk ke Sawahlunto dari daerah terjangkit. Ini kan dari luar, bukan dari dalam asalnya. Rapid tes itu tidak menjamin seseorang itu negatif Covid-19," terangnya.

Kronologisnya, kata Adri, bahwa pasien tersebut sakit dan berobat ke spesialis pada hari Jumat lalu, dari spesialis dirujuk ke RSUD Sawahlunto, di rumah sakitlah di lab hingga timbul kecurigaan dan dilakukan tes Swab pada hari Sabtu. 

Pada hari Minggu keluar hasil Swab namun masih ragu, kemudian di ulang kembali telitinya baru hari Senin positif Covid-19. 

"Pasien tersebut bergejala maka akan dirujuk langsung ke Padang atau Bukittinggi. Tadi sedang dijajaki rumah sakit mana yang memiliki persediaan tempat," ungkapnya.

Sedangkan langkah antisipasi sekarang, pihaknya sudah mengamankan keluarga pasien dan warga yang kontak langsung dengan pasien ada 6 orang untuk dikarantina di Balai Diklat Tambang Bawah Tanah (BDTBT) Sungai Durian kemudian dilakukan tes Swab-nya.

"Termasuk ada anak-anak pasien yang sekolah di SMP 1 dan SMA 1 Negeri Sawahlunto dan telah dihubungi pihak sekolah supaya anak-anak yang kontak dengan anak pasien agar diamankan dulu. Sekolah akan kita liburkan besok semuanya. Kemudian besok akan dilakukan penyemprotan desinfektan di Kelurahan Tanah Lapang dan di sekolah anak pasien tersebut," pungkasnya. (ton)