Ketua Pokdarwis Desa Wisata Petahunan Banyumas, Apresiasi TMMD Reguler -->

iklan halaman depan

Ketua Pokdarwis Desa Wisata Petahunan Banyumas, Apresiasi TMMD Reguler

Jumat, 31 Juli 2020

Banyumas – Akan dijadikannya Lokawisata Bukit Watu Kumpul, Desa Petahunan, Kecamatan Pekuncen, sebagai tempat latihan paralayang di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rudianto (42), warga Dukuh Semingkir RT. 01 RW. 02, Desa Petahunan, Pekuncen, yang merupakan Ketua Pokdarwis Karya Sejahtera Desa Petahunan, menyatakan mendukung penuh niatan pihak KONI Banyumas itu.

Pengelola Lokawisata Bukit Watu Kumpul ini menyatakan bahwa, selama ada program TMMD Reguler 108 Kodim 0701 Banyumas yang telah berjalan dari tanggal 30 Juni – 29 Juli 2020 kemarin, sejumlah obyek wisata di Desa Wisata Petahunan ini menjadi dikenal warga lokal Banyumas maupun luar daerah.

Bahkan sejumlah turis mancanegara ekspatriat, datang ke Watu Kumpul, dan juga mengabadikan keindahan obyek wisata air terjun tingkat tujuh Curug Nangga, yang berada di ujung jalan beton TMMD 1,8 kilometer, karena publikasi besar-besaran yang dilakukan Kodim Banyumas terkait segala hal yang berhubungan dengan TMMD, termasuk potensi wisata.

“Selama ada TMMD Reguler, kegiatan non fisik TMMD berupa penyuluhan, sosialisasi, dan keterampilan, yang dialihkan dari Balai Desa Patahunan ke Watu Kumpul, membuat Watu Kumpul mulai hidup kembali karena sempat ditutup terkait pandemi covid,” ungkapnya, Jumat pagi (31/7/2020).

Dikatakannya juga, dengan adanya uji terbang paralayang selama dua hari (29-30/7) di Bukit Watu Kumpul, jelas membuat pengunjung naik menjadi 40 % dari hari-hari sebelumnya.

“Mewakili seluruh penjual jasa dan pedagang di Desa Petahunan, saya ucapkan terima kasih kepada Pemerintah, TNI, KONI, dan seluruh pihak yang berusaha membantu pemulihan krisis ekonomi khususnya masyarakat Petahunan di tengah wabah pandemi,” tandasnya.

Untuk sekedar diketahui, publikasi TMMD Reguler telah berjasa mengangkat obyek wisata lainnya yang meliputi Curug Rinjing, Curug Pengantin, Tuk Pengasinan (mata air asin), Makam Eyang Gusti Aji (ulama penyebar agama islam), dan juga petilasan pertapaan Ki Ajar Wirangrong (Brahmana sakti jaman kerajaan Pajajaran). (Aan)