KPK Tahan Tersangka Kasus Gratifikasi Eks Bupati Malang -->

iklan halaman depan

KPK Tahan Tersangka Kasus Gratifikasi Eks Bupati Malang

Jumat, 31 Juli 2020


(ilustrasi)

Jakarta, fajarsumbar.com - KPK menahan tersangka gratifikasi eks Bupati Malang Rendra Kresna, Eryk Armando Talla. Eryk akan ditahan selama 20 hari pertama.

"Tersangka EAT (Eryk Armando Talla) ditahan selama 20 hari pertama terhitung sejak tanggal 30 Juli 2020 sampai 18 Agustus 2020," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (30/7/2020).

Eryk ditahan di Rutan KPK cabang di Rutan Pomdam Jaya Guntur. Alex mengatakan Eryk terlebih dahulu menjalani protokol kesehatan penanganan COVID-19.

Eryk turut dihadirkan dalam konferensi pers tersebut. Eryk terlihat memakai rompi tahanan dan berdiri menghadap ke dinding.

Alex menyebut Eryk diduga bersama-sama Rendra menerima gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan dan yang berlawanan dengan kewajiban RK selaku Bupati Kabupaten Malang. Total penerimaan gratifikasi oleh RK dari 2010 hingga 2018 bersama-sama dengan Eryk berjumlah sekitar Rp 7,1 miliar.

Eryk diduga melanggar Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam kasus ini, Eryk ditetapkan sebagai tersangka gratifikasi bersama eks Bupati Malang Rendra Kresna pada 11 Oktober 2018. Selain soal gratifikasi, Rendra juga jadi tersangka kasus suap berkaitan dengan penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pendidikan pada Dinas Pendidikan Kabupaten Malang.

Suap itu diduga diterima dari pihak swasta bernama Ali Murtopo. Total suap diduga berjumlah Rp 3,45 miliar sebagaimana dikutip pada detik.com.

Dalam perkara suap, Rendra Kresna divonis 6 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya. Rendra menjadi terdakwa karena terlibat kasus suap Rp 7,5 miliar. (*)