Nagari Toboh Gadang dengan Destinasi Wisata Warisan Leluhur yang Aduhai -->

IKLAN-TANAH

iklan halaman depan

Nagari Toboh Gadang dengan Destinasi Wisata Warisan Leluhur yang Aduhai

Sabtu, 25 Juli 2020
.

Pariaman, fajarsumbar.com - Nagari Toboh Gadang berada di Kecamatan Sintuk Toboh Gadang, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatra Barat. Berjarak 6 kilometer dari Ibu Kota Kecamatan, 17 kilometer dari Ibu kota kabupaten, dan 38 kilometer dari Ibu Kota Provinsi.

Pelayanan administrasi di Nagari Toboh Gadang ini menggunakan dua sistem yakninya sistem online dan manual. Pelayanan administrasi online yakni pelayanan kepada masyarakat dalam yang bersinergi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Padang Padang Pariaman seperti Pelayanan berupa pencetakan KK dan Akta Kelahiran.
Sedangkan pelayanan seperti kepengurusan surat domisili dan administrasi lainnya masih secara manual dan jemput bola.

“Dalam pelayanan kami masih menggunakan secara manual dan online, layanan online seperti pencetakan KK dan Akta kelahiran. Untuk pelayanan lainnya, kami masih dengan cara manual. Meskipun masih secara manual, tetap memberikan pelayanan yang maksimal untuk memenuhi kebutuhan warga” ujar Wali Nagari Toboh Gadang Yasman, Rabu (23/07/20)

Nagari dengan luas 4,06 kilometer persegi ini terdiri dari enam korong yakninya Korong Toboh Apar, Toboh Kampung Tangah, Toboh Olo, Toboh Surau Kandang, Toboh Kandang Gadang dan Toboh Luar Parit. Nagari ini memiliki prestasi yakninya pernah juara III pada Perlombaan TP-PKK Nagari tingkat Provinsi Sumatra Barat. Disamping itu, kegiatan kepemudaan di nagari ini juga sudah berjalan seperti kegiatan olahraga futsal, Badminton dan bola kaki dibawah naungan Karang Taruna Nagari Toboh Gadang.

Setelah pemekaran nagari  pada tahun 2018, Nagari Toboh Gadang ini menjadi induk dari ketiga nagari lainnya. Yakninya Toboh Gadang Barat , Toboh Gadang Timur dan Toboh Gadang Selatan.
Kini Nagari Toboh Gadang induk, tengah mempersiapkan sebuah destinasi wisata yang berpeluang besar untuk meambah income daerah yakninya Wisata Embung Sungai Abu Tabek Gadang.

“Wisata Embung Sungai Abu Tabek Gadang ini sudah ada yang dibangun pada zaman Belanda, dahulunya diberi nama Tabek Gadang yang digunakan untuk mengairi Nagari Toboh Gadang dan Nagari tetangga. Yaitu Nagari Tapakis dan Nagari Pauh Kambar dengan dilengkapi dua jalur  aliran kiri dan aliran kanan. Aliran Kanan untuk perairan melalui Korong Toboh Apar, Korong Rimbo Kaduduak sampai ke Kororng Toboh Koto Panjang. Sedangkan aliran kiri melalui Kororng Toboh Mesjid, Kororng Kampung Tangah dan terus ke Nagari Tapakis" ungkap Wali Nagari dua periode ini.

Ia juga menambahkan wisata embung ini merupakan bentuk revitalisasi Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) setelah berkunjung pada tahun 2017 lalu.
Dia yang langsung melakukan ground backing (pengerukan) pertama sebagai pembangunan embung kembali yang telah lama terbengkalai serta didukung oleh keinginan nagari untuk mengelola kembali Tabek Gadang sebagai warisan nenek moyang Nagari

Selain digunakan untuk mengairi pertanian dan perikanan Wisata Embung Sungai Abu Tabek Gadang ini, juga akan dijadikan kawasan wisata keluarga. Disini akan tersedia fasilitas wahana seperti lapangan bola kaki dan volly, Badminton serta kolam renang keluarga.

"Kini pembangunan embung telah berjalan 30 persen diatas lahan seluas 11 hektar. Pembangunan yang telah diselesaikan yakninya embung, lapangan bola, jalan, gazebo, dermaga, pos jaga dan jembatan" ujar mantan Ketua Pemuda Nagari tahun 1987 lalu itu.

Katanya, kawasan wisata ini juga akan menyediakan wahana olahraga air. Seperti olahraga loncat indah dan renang bebas nantinya. Sehingga lengkap wahana yang tersedia di embung ini.  Ketika pembangunan ini telah selesai nantinya, Wisata Embung Sungai Abu Tabek Gadang akan dikelola oleh BUMNag Toboh Gadang bersama Pokdarwis yang berdiri pada tahun 2017 operasionalnya telah berjalan pada sektor perikanan sejak tahun 2019 lalu.

“Wisata Embung Sungai Abu Tabek Gadang ini dibangun dengan dana Nagari pada tahun 2016 sebesar Rp 168 juta, pada tahun 2017 menggunakan Dana Desa sebesar 61 juta sebagai pembukaan jalan serta bantuan dari Kemendes sebesar Rp 842,5 juta.

Dan tahun 2018 kembali menggunakan dana nagari sebesar Rp 54 juta, untuk pembangunan jembatan pada tahun 2019 menggunakan Dana Desa sebesar Rp 300 juta, juga dana Program Inkubasi Inovasi Desa Pengembangan Ekonomi lokal (PIID PEL) sebesar Rp 1,2 Milyar.”urai pria telah berusia 51 tahun ini
 
Menteri Desa PDTT  Abdul Halim Iskandar berkunjung ke Padang Pariaman, Jum'at (24/07/20) untuk meninjau pembangunan Wisata Embung Sungai Abu Tabek Gadang serta melepaskan benih ikan sebagai penambah wahana di kawasan wisata ini.

Nagari Toboh Gadang satu-satunya Nagari di Kabupaten Padang Pariaman yang memiliki pariwisata multifungsi. Selain sebagai perairan pertanian dan perikanan juga merupakandestinasi wisata untuk penambahan income daerah.

Embung Sungai Abu Tabek Gadang merupakan salahsatu warisan dari nenek moyang Nagari yang telah dibangun tahun 1912 lalu tersebut. (saco)