Popular Meningkat, Mahyeldi - Audy Joinaldy Terus Diserang dengan Berita Bohong -->

IKLAN-TANAH

iklan halaman depan

Popular Meningkat, Mahyeldi - Audy Joinaldy Terus Diserang dengan Berita Bohong

Sabtu, 18 Juli 2020
Mahyeldi-Audy sarapan pagi bersama menu lontong Padang di kediaman pribadi Audy di Jakarta Selatan, DKI Jakarta, Sabtu (18/7).

Jakarta, fajarsumbar.com – Bakal Calon Gubernur Sumbar H. Mahyeldi Ansharullah - Audy Joinaldy terus diserang dengan berita bohong (hoaks), karena Mahyeldi - Audy popularitasnya berada teratas untuk menduduki orang nomor satu di Provinsi Sumatera Barat.

Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar yang tidak asing lagi di Sumatera Barat ini diyakini sedang berada di puncak popularitas dan berpeluang besar memenangkan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumbar 9 Desember 2020 mendatang.

Serangan demi serangan itu sepertinya tidak menggoyahkan pasangan koalisi dua partai religius, PKS-PPP ini. Hal itu terlihat pada Sabtu (18/7) pagi, Mahyeldi-Audy menikmati sarapan pagi bersama menu lontong Padang di kediaman pribadi Audy di Jakarta Selatan, DKI Jakarta.

Sarapan santai di meja itu hanya diikuti empat orang saja. Selain Mahyeldi-Audy, juga terlihat Sekretaris Pribadi (Sespri) Mahyeldi Eri Santoso dan Ketua Tim Media Audy Joinaldy, Nuzul “Joen” Amri. Mereka terlihat tak risau dengan fitnah itu.

Salah satu fitnah yang mulai disebar para haters dan lawan politik adalah, dikait-kaitkannya Audy Joinaldy dengan terpidana kasus suap kepada Bupati Solsel, Muzni Zakaria, yaitu M Yamin Kahar.

Group Dempo yang dimiliki Yamin, disebut juga terlibat dalam menyokong pendanaan kampanye Mahyeldi menuju kursi BA 1. “Fitnah yang kejam sekali. Padahal tidak ada satu rupiah pun dana pribadi saya atau ke luarga di Dempo Group,” kata Audy menjawab singkat fitnahan itu.

Mahyeldi pun terlihat santai dengan tudingan yang disebar orang-orang jahat di berbagai media sosial dan aplikasi berbagi pesan seperti whattsapp itu. 

“Biar sajalah fitnah-fitnah itu. Kita tetap bekerja saja,” kata Mahyeldi yang dalam beberapa hasil survei berada di posisi paling atas, jauh meninggalkan pesaing-pesaing lainnya," ujar mereka santai.

Dalam pertemuan itu, Mahyeldi dan Audy juga mematangkan program-program mereka terkait pengembangan ekonomi dan pertanian di Sumbar. 

Mereka juga membahas harga komoditas pertanian yang sedang tidak stabil. Bahkan, keduanya sepakat untuk menggerakkan milenial Minang untuk menjadi penggerak utama ekonomi Sumbar.

Ketua Tim Media Audy, Nuzul Amri menambahkan, sarapan ini tidak direncanakan, tapi kebetulan saat Mahyeldi ke Jakarta, sekaligus diskusi ringan. 

“Kemarin kita 10 hari di Sumbar berkeliling, ini juga evaluasi dari keduanya. Mereka begitu santai, tak begitu ambil pusing dengan serangan lawan-lawan politik yang mulai tak terkontrol,” kata alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) ini. (***)