Prajurit TNI-AU Lanud Wirasaba Ikut Terbang Layang di Bukit Watu Kumpul Banyumas

STIE-AKBP-30 JUNI

iklan halaman depan

Prajurit TNI-AU Lanud Wirasaba Ikut Terbang Layang di Bukit Watu Kumpul Banyumas

Jumat, 31 Juli 2020


Banyumas – Prajurit TNI AU dari Lanud Jenderal Besar Soedirman (JBS) atau Lanud Wirasaba, Kabupaten Purbalingga, tak mau ketinggalan menghiasi langit Desa Petahunan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, dengan aksi paralayangnya.

Dibenarkan Kapten Kes Edi Soeprapto, Kabinpotdirga Lanud JBS, bahwa satu orang anggotanya turut berpartisipasi dalam uji terbang hari kedua dari atlet paralayang dari KONI Banyumas, di Lokawisata Bukit Watu Kumpul di Desa Wisata Petahunan, Kecamatan Pekuncen, Banyumas. Kamis (30/7/2020).

Senada dengan apa yang disampaikan Bupati Banyumas, Ir. Achmad Husein, yang turut hadir menyaksikan penerbangan sebelum meninjau hasil pembangunan TMMD Reguler 108 Kodim 0701 Banyumas berupa jalan beton 1,8 kilometer ke arah Curug Nangga Petahunan, bahwa pihaknya juga mendukung niatan KONI Banyumas untuk mengembangkan Bukit Watu Kumpul sebagai aset olahraga kedirgantaraan paralayang di Kabupaten Banyumas.

“Itu sangat wajar karena Desa Petahunan di Bukit Watu Kumpul, ternyata menyimpan potensi untuk olahraga paralayang selain pariwisata,” ucapnya didampingi Dandim Banyumas, Letkol Infanteri Candra, SE, M.I.Pol.

Menurutnya, dengan dijadikan Bukit Watu Kumpul sebagai tempat latihan para atlet paralayang, secara tidak langsung akan menambah daya Tarik wisatawan untuk berkunjung ke Watu Kumpul.

“Bukit Watu Kumpul menurut saya juga sangat layak untuk menggelar event kejuaraan paralayang berskala nasional, bahkan internasional,” imbuhnya.

Ditambahkannya, rencana pembuatan landasan pacu take off paralayang secara permanen, pembatas antara penonton dan penerjun untuk faktor keamanan, dan juga pembuatan tempat mendarat di lapangan Desa Cibangkong, harus disengkuyung bersama-sama.

“Lokasi ini sudah memenuhi beberapa persyaratan yakni, kondisi angin yang bagu sepanjang tahun, ada angin lembah dan angin gunung untuk mengangkat parasut, turbulensi angin yang mendukung, dan yang paling utama adalah jauh dari area penerbangan umum maupun militer,” pungkasnya.

Ketua KONI Banyumas, Bambang Setiawan menambahkan, Banyumas memiliki atlet paralayang yang berprestasi di ajang PON. Sedangkan Banyumas sendiri juga pernah menggelar ajang kejuaran paralayang PON Provinsi, dan menjadi juara umum, sehingga sudah sepantasnya mempunyai lokasi latihan sendiri. (Aan)