Warga Petahunan Banyumas Juga Pasang Kentongan di Pos Kamling Support TMMD Reguler

STIE-AKBP-30 JUNI

iklan halaman depan

Warga Petahunan Banyumas Juga Pasang Kentongan di Pos Kamling Support TMMD Reguler

Jumat, 31 Juli 2020


Banyumas – Di Desa Petahunan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang terletak di perbukitan dengan ketinggian 420 mdpl, dan cukup jauh jarak antar dusun dan dari desa tetangganya (Cibangkong dan Semedo), media kentongan sangat tepat dengan kondisi geografis tersebut, sebagai alarm keamanan lingkungan.

Untuk itulah di desa sasaran TMMD Reguler 108 Kodim 0701 Banyumas ini, kentongan tetap diaplikasikan.

Serka Eko Budi Wiyono, Babinsa setempat dari Koramil 15 Pekuncen, Kodim Banyumas mengatakan, di desa binaannya itu, jarak antar rumah penduduk juga berjauhan sehingga ketika terjadi gangguan kamtibmas atau bencana alam, warga akan lama mengetahui kejadian tersebut.

“Di Desa Petahunan cenderung pemukiman penduduknya bergerombol, di sisi lainnya tersebar karena kontur wilayahnya perbukitan. Yang berkelompok adalah Dukuh Petahunan dan Semingkir, sedangkan Dukuh Karang Delima, Pringtali, Curug Nangga, dan Dukuh Kalimangir, letaknya terpisah cukup jauh,” bebernya.

Sehingga optimalisasi media kentongan sangat efektif karena di Petahunan juga kesulitan sinyal karena tower BTS yang ada di Desa Semedo belum beroperasi.

Untuk itulah langkah Kodim Banyumas dalam mendorong masyarakat Petahunan untuk melakukan pengamanan swakarsa dengan mendirikan Pos Kamling yang terletak di titik 400 meter jalan beton TMMD, Dukuh Semingkir RT. 05 RW. 03, sangat tepat guna menekan potensi kejahatan dari orang asing berniat jelek yang berkunjung ke Desa Wisata Petahunan, khususnya ke Curug Nangga yang berada di ujung jalan beton TMMD 1,8 kilometer itu.

Ditambahkannya, bangunan ini mulai didirikan sehari sebelum berakhirnya TMMD (29/7), dengan bantuan sejumlah anggota Satgas TMMD, walaupun bangunan itu bukan merupakan sasaran fisik TMMD.

“Satgas TMMD juga membantu 9 sak semen, sedangkan untuk pasir dan batu, memanfaatkan sisa material pengecoran jalan,” tandasnya.

Tampak Gunawan (39), warga setempat asal RT. 05 RW. 03, sedang membuat dan memasang kentongan di Pos Ronda berukuran 3 x 2 meter, di lokasi tersebut. (Aan)