43 Pasang Sidang Isbat Nikah di Bukittinggi -->

IKLAN-TANAH

iklan halaman depan

43 Pasang Sidang Isbat Nikah di Bukittinggi

Senin, 10 Agustus 2020
Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menyerahkan kartu keluarga kepada pasangan yang baru saja Nikah Massal,

Bukittinggi fajarsumbar.com - Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias membuka Sidang Isbat Nikah Terpadu (Nikah Massal), yang diikuti 43 pasang bertempat di Hall Dinas Keuangan Kota Bukittinggi, Senin (10/8/2020).

Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias mengatakan, nikah massal itu secara agama sudah syah, tapi belum tercatat di negara.

Dalam hal yang dirugikan adalah anak, apa sebab seorang anak yang orang tuanya menikah tidak tercatat di negara, akan menemui kesulitan. 

"Mau jadi walikota, mengurus paspor,  semuanya wajib punya akte kelahiran, termasuk dengan harta warisan, sianak tidak akan mendapat bahagian," ujarnya.

Kondisi saat ini masalah Covid-19 belum selesai, pastikan keluar rumah dalam keadaan sehat, begitu juga pulang kerumah tidak membawa Covid-19 untuk keluarga. Tetaplah mengikuti protokol Covid-19, selalu pakai masker, cuci tangan dengan sabun, dan jaga jarak.

"Mari Kita bersama-sama ikut memutus mata rantai Covid-19, Bukittinggi telah melakukan swab test terhadap guru-guru SD,SMP dan SMA , alhamdulillah semuanya negatif," ujarnya.

Informasi terbaru tetangga Bukittinggi di Kabupaten Agam sebanyak 16 orang positif Covid-19, dan 1 orang warga Parik Antak, Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh Bukittinggi yang mengajar di Parabek juga terjangkit Covid-19. Jangan sampai kota ini kembali ditutup, karena naiknya pasien Covid-19,.

Lebih lanjut kata Ramlan, nikah masal ini adalah bentuk kepedulian pemerintah terhadap warga Bukittinggi, atas kerjasama pemerintah, Kementerian Agama, Pengadilan Agama. 

Hal ini telah dilaksanakan untuk yang kedua kali, kalau tahun lalu 37 pasang dan tahun ini meningkat 43 pasang yang mengikuti nikah masal.

Kepada peserta nikah masal tidak perlu malu, secara agama nikahnya sah, namun tidak tercatat di negara, nikah masal ini tidak bayar, termasuk saksi semuanya digratiskan. 

Walikota Ramlan Nurmatias dalam hal ini mengucapkan terima kasih kepada PSM yang telah mendata peserta yang ikut nikah masal ini, untuk ke depan PSM agar selalu memantau kalau masih ada warga di daerahnya yang secara agama sudah nikah, namun belum tercatat di negara. (gus)